Keabsahan Bayyinah Elektronik dalam Peradilan Agama: Analisis Fikih Mazhab Syafi'i
DOI:
https://doi.org/10.52431/minhaj.v7i2.4798Keywords:
Peradilan Agama, Bukti Elektronik, BayyinahAbstract
Artikel ini mengkaji kedudukan dan kekuatan pembuktian bukti elektronik dalam sengketa keluarga di Pengadilan Agama pada era digitalisasi peradilan. Kajian ini berangkat dari meningkatnya penggunaan jejak digital berupa percakapan WhatsApp, surat elektronik, unggahan media sosial, rekaman suara, foto, dan metadata sebagai alat pembuktian, sementara konstruksi pembuktian fiqh klasik lebih dikenal melalui syahadah, iqrar, dan yamin. Fokus penelitian diarahkan pada keabsahan bukti elektronik dalam perspektif fiqh mazhab Syafi’i serta penentuan kedudukannya sebagai alat bukti mandiri atau sekadar bukti pendukung. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan fiqh mazhab Syafi’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti elektronik memiliki legitimasi sebagai alat bukti yang sah dalam hukum positif Indonesia dan dapat diterima dalam perspektif fiqh Syafi’i melalui reinterpretasi konsep bayyinah serta qiyas terhadap kitabah yang terjamin autentisitasnya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bukti elektronik tidak dapat diperlakukan sebagai kategori yang homogen. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan taksonomi bukti elektronik yang membedakan antara bukti digital primer (born-digital evidence) dan bukti digital sekunder (reproduksi digital), disertai gradasi kekuatan pembuktiannya. Bukti digital primer dapat berfungsi sebagai bayyinah mandiri apabila memenuhi unsur autentisitas, integritas, relevansi, atribusi, dan mampu menumbuhkan keyakinan hakim, sedangkan bukti digital sekunder pada prinsipnya hanya bernilai sebagai qarinah kecuali telah melalui verifikasi tambahan. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan standarisasi verifikasi bukti digital melalui pemeriksaan metadata, jejak audit, rantai kustodi, dan keterlibatan ahli forensik digital guna meningkatkan kualitas pembuktian dalam penyelesaian sengketa keluarga di Pengadilan Agama.
Downloads
References
al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Mustashfa Min ’Ilm Al-Usul. Vol. 2. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1993.
al-Jawziyyah, Abu Bakr Ibn Qayyim. I’lam Al-Muwaqqi’in ’an Rabb Al-’Alamin. Vol. 1. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1991.
al-Mawardi, Abu al-Hasan. Al-Hawi Al-Kabir Fi Fiqh Madhhab Al-Imam Al-Shafi’i. Vol. 16. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 1999.
al-Shafi’i, Muhammad ibn Idris. Al-Umm. Vol. 6. Beirut: Dar al-Ma’rifah, n.d.
al-Shirbini, Al-Khatib. Mughni Al-Muhtaj Ila Ma’rifat Ma’ani Alfaz Al-Minhaj. Vol. 4. Beirut: Dar al-Ma’rifah, n.d.
al-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu: Hukum Kekeluargaan Dalam Islam. Edited by Abdul Hayyie al-Kattani. Vol. 9. Jakarta: Gema Insani, 2011.
Alias, Mohamad Aniq Aiman, Wan Abdul Fattah Wan Ismail, Ahmad Syukran Baharuddin, Hasnizam Hashim, and Tuan Muhammad Faris Hamzi Tuan Ibrahim. “Digital Forensics and the Admissibility of Electronic Evidence in Malaysian Syariah Courts: Towards a Standardised Legal Framework.” LexForensica: Journal of Forensic Justice and Socio-Legal Research 2, no. 1 (2025): 84–91.
Alias, Mohamad Aniq Aiman, Wan Abdul Fattah Wan Ismail, Ahmad Syukran Baharuddin, and Lukman Abdul Mutalib. “Legal Analysis of Syariah Court Evidence Law on Digital Document as Evidence and Its Admissibility in Court Proceedings: Analisis Perundangan Bagi Undang-Undang Keterangan Mahkamah Syariah Terhadap Dokumen Digital Sebagai Kaedah Pembuktian Dan Kebolehterimaannya Dalam Prosiding Mahkamah.” Journal of Management and Muamalah 11, no. 2 (2021): 54–64.
Alias, Muhammad Nazir, Sheikh Imran Iqbal Ahmed, Nursyahidah Alias, Zarina Shukur, and Balqis Abdullah. “Towards Ensuring the Authenticity and Preservation of the Digital Qur’an: Convergence of Stakeholders, Technology and Governance BT - 2025 3rd International Conference on Cyber Resilience (ICCR).” IEEE, 2025.
Arifany, Piousty Hasna. “Analisis Implementasi Pelaksanaan E-Court Di Pengadilan Agama.” Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam 1, no. 1 (2021): 37–42.
Dawas, Raddam Azawi, Siamak Jafarzadeh, and Reza Nikkhah Saranghi. “The Status of Electronic Evidence and Its Role in Proving Criminal Cases.” Pakistan Journal of Life and Social Sciences 22, no. 2 (2024).
Endri. “Urgency and Mechanism of Electronic Evidence Validation in Electronic Court Evidence Rules.” Jurnal Hukum Peratun 4, no. 1 (2021): 89–104. https://doi.org/10.25216/peratun.412021.89-104.
Haetami, Ahmad. “The Strength of Electronic Evidence In ...” Journal Of ... 12, no. 2 (2023): 660–80. https://doi.org/.
Hermawan, Ahmad Fauzan, Mustolih Siradj, and Nuril Khamida. “Pembuktian Elektronik Pada Perkara Perceraian.” Jurnal Hukum Keluarga Dan Administrasi Keperdataan Islam 1, no. 1 (2023): 95–99.
Kusnadi, Kusuma Daniel, and Sidi Ahyar Wiraguna. “Legal Development for Electronic Evidence in Civil Litigation: Challenges and Future Expectations.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 4, no. 12 (2025): 3866–70.
Marshall, Paul, James Christie, Peter Bernard Ladkin, Bev Littlewood, Stephen Mason, Martin Newby, Jonathan Rogers, Harold Thimbleby, and Martyn Thomas. “Recommendations for the Probity of Computer Evidence.” Digital Evidence and Electronic Signature Law Review 18 (2021): 18–31.
Muhammad, Muhammad, and Muhammad Yusram. “Kaidah Fikih Al-Yaqin La Yazul Bi Al-Syak Dan Realisasinya Terhadap Tangkapan Layar Ponsel Sebagai Alat Bukti Pengadilan: The Rule Fiqh of Al-Yaqin La Yazul Bi Al-Syak and Its Realization of Phone Screen Capture as a Court Evidence Tool.” AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab 4, no. 5 (2025): 605–18.
Nath, Souradip, Keb Summers, Jaejong Baek, and Gail-Joon Ahn. “Digital Evidence Chain of Custody: Navigating New Realities of Digital Forensics BT - 2024 IEEE 6th International Conference on Trust, Privacy and Security in Intelligent Systems, and Applications (TPS-ISA).” IEEE, 2024.
Retnaningsih, Sonyendah. “Pelaksanaan E-Court Menurut Perma Nomor 3 Tahun Secara Elektronik Dan E-Litigation Menurut Perma Persidangan Di Pengadilan Secara Elektronik” 50, no. 1 (2020): 124–26.
Rifqi, Mas Hasan, and Amaliyah Widya Mahanani. “The Validity of Imam Shafi’i, Criticism, and the Influence of Yahya Bin Ma’in’s Accusations on the Weakness of Transmission in Hadith Chains.” Academia Open 11, no. 1 (2026).
Saenah, Siti. “Types of Evidence: A Comparative Study between Islamic Law and Civil Procedure Law.” JURISTA: Jurnal Hukum Dan Keadilan 4, no. 1 (2020): 70–93.
Syahputra, Bearly Deo, and Enggal Prabawuri Khotimah. “Problematika Keabsahan Pembuktian Pada Implementasi E-Litigasi Menurut PERMA No. 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara Dan Persidangan Di Pengadilan Secara Elektronik.” Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum 30, no. 2 (2021): 150–57.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (2008).
Wan Ismail, Wan Abdul Fattah. “A Systematic Analysis on the Admissibility of Digital Documents as Evidence in Malaysian Syariah Courts.” Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities 29, no. 3 (2021): 1981–96.
Wibisono, Yusuf. “Kedudukan Alat Bukti Elektronik Dalam Perkara Di Pengadilan Agama.” Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial 16, no. 2 (2022): 219–31.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Akmalul Islam, Ulinnuha Abdurrahman, Mahir Mahir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada CONTACT.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA).
Semua Informasi yang terdapat di Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah bersifat akademik. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.




