Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj <div>ISSN (Cetak): 2745-4282</div> <div>ISSN (Online): 2745-5246</div> <div>Is published on cooperation faculty of sharia and Islamic economics and Journal Publishing Agencies (Lembaga Penerbitan dan Jurnal Ilmiah or LPJI) of Islamic Institute of Bani Fattah Jombang.</div> <div>This journal specializes in sharia studies covering law, economics and other sharia thought</div> <div>This journal is published twice a year in January and july.</div> <div><strong>Publisher Address:</strong> KH. A. Wahab Hasbulloh Street Gg. II No. 120 A Tambakberas Jombang Jawa Timur, Phone. (0321) 855530, Fax. (0321)855530, Email: <a href="mailto:minhaj@iaibafa.co.id" target="_blank" rel="noopener">minhaj@iaibafa.ac.id</a></div> en-US <p><strong>Pemberitahuan Hak Cipta</strong></p> <ol> <li>Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.</li> <li>Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam&nbsp;<strong>Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah&nbsp;</strong>yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada&nbsp;<u>CONTACT.</u></li> <li>Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi&nbsp;<em>Creative Commons Attribution-ShareAlike</em>&nbsp;(CC BY-SA).</li> </ol> <p>Semua Informasi yang terdapat di&nbsp;<strong>Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah&nbsp;</strong>bersifat akademik.&nbsp;<strong>Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah&nbsp;</strong>tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.</p> minhaj@iaibafa.ac.id (Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah) mochnurcholis@iaibafa.ac.id (Moch. Nurcholis) Tue, 02 Jan 2024 03:22:04 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Aborsi Janin hasil Perkosaan Dalam Perspektif Hukum Islam https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_10 <p>Salah satu diktum penting dalam ajaran Islam adalah manusia itu suci hidupnya dan mulia jasadnya, sehingga manusia tidak boleh melakukan sesuatu yang dapat menghilangkan jiwa kecuali yang dibenarkan syara’. Demikian juga dengan segi tinjauan Islam bahwasanya janin merupakan sebuah kehidupan yang sama dengan kehidupan seseorang yang telah lahir ke dunia. Berangkat dari statemen tersebut penelitian ini bermaksud menjelaskan hukum aborsi janin&nbsp; akibat perkosaan dalam perspektif hukum Islam, serta bertujuan untuk mengetahui hukumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengkajian melalui kepustakaan (<em>Library Research</em>) dengan meneliti beberapa pandangan ulama Islam mengenai status hukum aborsi janin akibat perkosaan. Masalah abortus ini adalah isu controversial dan pelik, sehingga demikian kompleksnya pembicaraan aborsi tidak hanya dalam lingkup kecil suatu Negara, tetapi menjadi pembicaraan level dunia internasional. Adapun sebab-sebab yang menjadikan ibu-ibu memilih aborsi pada dasarnya didorong oleh rasa penolakan terhadap kelahiran anak, karena desakan berbagai faktor, seperti faktor sosial, ekonomi, rasa malu, gengsi, dan sebagainya. Salah satu faktor seorang wanita memilih menggugurkan kandungan adalah janin yang dikandung merupakan korban tindak kekerasan (pemerkosaan), bila tidak digugurkan, wanita tersebut merasakan beban psikologis yang berat seperti malu, benci dan hina. Beranjak dari wacana tersebut, kajian ini mencoba mengkaji kembali permasalahan abortus ini dengan menganalisis pendapat-pendapat para fuqaha serta dalil-dalil yang digunakan mereka dan mencoba merumuskan sebuah kesimpulan tentang hukum abortus hasil perkosaan menurut padangan hukum Islam. Diungkap dari hasil penelitian bahwasanya para ulama membolehkan aborsi jenis ini sebelum umur janin diatas 120 h karena dharurat, keturunan, dan kehormatan. Dan alangkah sangat mulia bila janin tersebut dapat dipertahankan. Dan bila janin berumur 120 hari atau lebih ulama sepakat untuk tidak membolehkan aborsi dalam kondisi apapun, sementara janin hasil perkosaan pihak pemerkosa yang harus bertanggung jawab dengan diawasi negara dan memulihkan nama baik sang ibu dan keluarganya.</p> Abdul Manaf, Ida Priatna Copyright (c) 2024 Abdul Manaf, Ida Priatna http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_10 Sun, 28 Jan 2024 00:00:00 +0000 Konstruksi Akad Wadiah Yad Al Amanah Pada Tabungan Emas Bank Syariah Indonesia https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_jan24_01 <p>Lahirnya beberapa produk dan instrumen investasi di lembaga keuangan syariah haruslah sesuai dengan nilai-nilai syariah. Bank Syariah Indonesia disebut juga dengan BSI, baru-baru ini mengeluarkan produk baru yakni tabungan emas BSI. Tabungan emas BSI menggunakan akad <em>wad?’ah yad al amanah </em>dimana implementasi akad ini mewajibkan adanya <em>ujrah</em> yang harus dibayarkan oleh nasabah, hal ini karena barang yang dititipkan tidak boleh digunakan oleh pihak yang dititipi (bank) selama masa penitipan. Implementasi akad <em>wad?’ah</em> ini mengalami pergeseran dari <em>wad?’ah</em> fiqh klasik ke <em>wad?’ah</em> lembaga keuangan syariah saat ini. Akad <em>wad?’ah </em>dalam fiqih klasik merupakan salah satu akad <em>tabarru’</em> yakni akad kebajikan yang dalam prakteknya tidak mewajibkan adanya <em>ujrah </em>atau imbalan<em>. </em>Dengan ketentuan kewajiban membayar ujrah dalam akad <em>wad?’ah</em> pada tabungan emas BSI, maka pertanyaanya bagaimana kesyariahan produk tabung emas BSI. Untuk mengetahui kesyariahan pada implementasi akad <em>wad?’ah</em> tabungan emas BSI dengan ketentuan ujrah tersebut, peneliti mencoba mengkonstruk akad <em>wad?’ah</em> yang digunakan dalam tabungan emas BSI. Jenis penelitian ini adalah <em>field research</em>, dan menggunakan pendekatan empiris normatif, dimana implementasi akad <em>wad?’ah</em> pada tabungan emas BSI akan dikonstruksi, Dengan mengkonstruksi akad <em>wad?’ah</em>, maka akan diketahui apakah konstruksi akad <em>wad?’ah tabungan emas BSI </em>sesuai dengan prinsip akad <em>wad?’ah</em> hukum Islam atau tidak.</p> Agus Salim Copyright (c) 2024 Agus Salim http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_jan24_01 Tue, 02 Jan 2024 00:00:00 +0000 TINJAUAN EKONOMI ISLAM TERHADAP PENERAPAN JUAL BELI IKAN SISTEM JIZĀF DI PASAR IKAN GUDANG LELANG https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_jan24_02 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa para pedagang Ikan di Pasar Ikan Gudang Lelang yang menumpuk ikannya pada sore-sore hari dengan melihat kondisi ikan yang masih banyak tersisa, sehingga para pedagang menjual ikannya dengan tumpukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan jual beli ikan secara jizāf di Pasar Ikan Gudang Lelang dan bagaimana Ekonomi Islam memandang sistem jual beli ikan secara jizāf di Pasar Ikan Gudang Lelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dikumpulkan dari deskripsi atau narasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik aksidental sampling. Dalam teknis analisis data peneliti menggunakan teknik Miles &amp; Huberman. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa penerapan jula beli Jizaf di Pasar Ikan Gudang Lelang dilakukan penjual saat waktu sore atau di saat ikan masih banyak tapi belum ada pembeli, dan bisa juga dikarenakan ikan yang sudah lama, dan memang harus dihabiskan saat itu juga. Tinjauan Ekonomi Islam memandang sistem jual beli ikan secara jizāf yang dilakukan di Pasar Ikan Gudang Lelang terdapat beberapa kesalahan dalam menerapakan sistem jual belinya. Disebabkan ada beberapa syarat yang belum dipenuhi penjual dalam menerapkan sistem jual beli Jizaf.</p> Azka Nuriah, Ulil Albab, Nina Ramadhani Wulandari, LM Ikbal Patoni Copyright (c) 2024 Azka Nuriah, Ulil Albab, Nina Ramadhani Wulandari, LM Ikbal Patoni http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_jan24_02 Tue, 02 Jan 2024 00:00:00 +0000 Peran Manajer Keuangan dalam Menangani Konflik Keuangan dan Nilai-Nilai Syariah https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_03 <p>Penelitian ini mengeksplorasi peran manajer keuangan dalam menyelesaikan konflik antara keuangan konvensional dan prinsip-prinsip syariah dalam praktik keuangan perusahaan. Melalui analisis konten, dan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi strategi dan tindakan yang digunakan manajer keuangan untuk mempertahankan keseimbangan antara tuntutan finansial dan komitmen etis terhadap nilai-nilai syariah, serta menyoroti pentingnya komunikasi efektif dan konsultasi dengan ahli syariah dalam menghadapi dilema ini. Implikasi hasil penelitian ini dapat membantu organisasi keuangan syariah dalam mengembangkan praktik keuangan yang lebih konsisten dengan prinsip-prinsip syariah.</p> Reni Rahmawati, Shalsabila Azzahra, Iwan Setiawan Copyright (c) 2024 Reni Rahmawati, Shalsabila Azzahra, Iwan Setiawan http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_03 Wed, 03 Jan 2024 00:00:00 +0000 Maṣlahaḥ Mursalah Dan Penerapannya Dalam Hukum Keluarga https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_04 <p>Maṣlahaḥ mursalah is a legal basis used to regulate new issues that are not explicitly mentioned in the Quran and Sunnah. Every regulation established by naṣh or ijma’ is based on the principle of achieving benefits and preventing harm. Therefore, every legal foundation used stems from the interests and benefits of humanity (al-maṣlahah). Maṣlahah relates to the needs of human life, including aspects such as religion, soul, reason, lineage, dignity, and wealth. Therefore, when clear legal rulings are not found in the Quran or Sunah, Islamic law or fiqh can be established by considering maṣlahaḥ. This writing aims to further elaborate on the concept of maṣlahah mursalah, its legal basis, classification, maṣlahah mursalah as a basis for legal legislation, and its application in family law.</p> Muh. Adistira Maulidi Hidayat, Usep Saepullah Copyright (c) 2024 Muh. Adistira Maulidi Hidayat, Usep Saepullah http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_04 Mon, 08 Jan 2024 00:00:00 +0000 Tradisi Larangan Melangsungkan Perkawinan Di Bulan-Bulan Tertentu Perspektif Tokoh Masyarakat https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_05 <p>Karya ini ditulis untuk menjawab dua pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah, yaitu: Bagaimana tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan- bulan tertentu di Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik? Dan bagaimana pandangan tokoh masyarakat Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik terkait tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan- bulan tertentu? Melalui teknik wawancara dan dokumentasi, informasi dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif, hasil penelitian menyatakan bahwa tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan-bulan tertentu adalah untuk menghindari akibat yang ditimbulkan dari melanggar pantangan tersebut yaitu kerusakan dalam rumah tangga. Menurut pandangan beberapa tokoh masyarakat bahwa tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan-bulan tertentu merupakan ajaran kejawen yang masih dipertahankan dan dianut oleh masyarakat.</p> siti aminah, Nur Aulia, Abd. Basit Misbachul Fitri Copyright (c) 2024 siti aminah, Nur Aulia, Abd. Basit Misbachul Fitri http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_05 Sat, 20 Jan 2024 00:00:00 +0000 Implementasi Pengembangan Wakaf Produktif Untuk Pemberdayaan Pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_06 <p>Wakaf memiliki peran penting dan kontribusi positif dalam berbagai bidang khususnya dalam pengembangan pendidikan pesantren. Berdasar &nbsp;urgensi tema tersebut, penelitian ini berfokus pada pengimplementasian pengembangan wakaf produktif untuk pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng, terutama dari segi strategi pengembangan wakaf, mekanismenya, dan peran pengambangan wakaf produktif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan pada bulan Juni 2023, dimana data-datanya diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan pengecekan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil riset menunjukkan: Pertama, strategi pengembangan wakaf produktif dalam pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang bertujuan memandirikan pesantren dan mengembangkan sumberdaya manusia sebagai pelaku usaha dengan berbagai aset dan program yang dijalankan dibawah manajemen Badan Wakaf Pesantren Tebuireng. Kedua, mekanisme wakaf produktif dilakukan dengan tahapan yang sistematis, legal dan terstruktur. Ketiga, pengembangan wakaf produktif berperan penting dalam pengembangan dan pensejahteraan pendidikan santri Pesantren Tebuireng. Bentuknya adalah alokasi pemanfaatan wakaf produktif yang diperioritaskan pada pemberdayaan pesantren dan support pendidikan baik pengadaan logistik, penyediaan gedung, sarana prasarana, dan operasional pesantren yang sebagian berasal dari hasil surplus aset-aset wakaf produktif.</p> Amin Awal Amarudin, Rika Annisa Febia, Bekti Widyaningsih Copyright (c) 2024 Amin Awal Amarudin, Rika Annisa Febia, Bekti Widyaningsih http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_06 Mon, 15 Jan 2024 00:00:00 +0000 Konsep Pemikiran Ekonomi Al-Ghazali: Relevansinya Dengan Perekonomian Di Era Modernisasi https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_07 <p>This research aims to determine and analyze the concept of al-Gazali's economic thought and its relevance to the economy in the current era of modernization. The analytical method used is library research, which involves collecting data from various sources of information, such as previous scientific journals, books, and websites that discuss and present information regarding the concept of economic thought, according to Al-Ghazali. The results of this research show that in the context of modernization, al-Ghazali's principles extend to financial planning, a moderate lifestyle, voluntary trade, and market evolution. Additionally, his teachings influenced the development of the global halal industry, emphasizing the importance of halal production in accordance with Islamic principles. Al-Ghazali's views on the evolution of money and the role of the state in protecting basic needs remain relevant, encouraging countries like Indonesia to adapt and implement practices such as zakat and waqf for the welfare of society, despite facing challenges of aligning financial structures with Islamic principles.</p> Lisa Anggryani, Ulfah Luthfiyah Buhari, Hukmiah Husain, Kamiruddin Kamiruddin Copyright (c) 2024 Lisa Anggryani, Ulfah Luthfiyah Buhari, Hukmiah Husain, Kamiruddin Kamiruddin http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_07 Thu, 25 Jan 2024 00:00:00 +0000 Fish Trader Behavior of Fish Market Mentaya Kota Sampit Based on The Principles of Islamic Business Ethics https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_08 <p>This research is motivated by behavior that does not follow Islamic business ethics principles based on initial observations made by the author through interviews with two fish merchants. The purpose of this study is to find out how the behavior of fish traders and the application of Islamic business ethics to the conduct of fish merchants at Mentaya fish market, Sampit City. This research is field research, with the subject being fish merchants who sell on fishing boats in the Mentaya Fish Market, Sampit City, totaling ten informants. The analysis used in presenting and compiling the data is descriptive qualitative analysis. Based on the results of this study: First, the Islamic business ethics behavior of 10 fish traders at the Mentaya fish market in Sampit City can be seen from several behaviors such as Free Will, Responsibility/Trust, Honesty, and Delivering. All traders apply these behaviors. Meanwhile, according to the conduct of Tauhid/Unity, only 4 out of 10 fish merchants have implemented this behavior, and for Fair behavior, 8 out of 10 traders have implemented this behavior. Second, judging from the application of Islamic business ethics to the conduct of fish merchants at the Mentaya fish market, Sampit City, who has implemented Islamic business ethics behavior as a whole, from 10 informants, only two people, or about 20%.</p> Satriya Maulana, Faqih El Wafa, Faridah Faridah Copyright (c) 2024 Satriya Maulana, Faqih El Wafa http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_08 Thu, 25 Jan 2024 00:00:00 +0000 Ihktilaf Mujtahid: Analisis Faktor, Filosofis dan Cara Menyikapi https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_09 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi realitas keberadaan <em>ikhtilaf</em> dalam fikih, sehingga memunculkan mazhab empat dan mazhab lain di luar itu. Bahkan keberadaan <em>ikhtilaf</em> sendiri didukung oleh legitimasi hadis sekaligus kenyataan sejarah Islam sejak zaman Rasulullah. <em>Ikhtilaf</em> tersebut berakar dari perbedaan cara pandang terhadap teks dan konteks sebuah <em>nash</em>. <em>Ikhtilaf</em> adalah sebuah keniscayaan yang pada akhirnya menjadi warisan khazanah intelektual muslim. Peneliti kemudian tertarik untuk mengkaji apa saja aspek yang melatarbelakangi <em>ikhtilaf</em> tersebut, apa saja sisi filosofis dan bagaimana cara menyikapinya. Penelitin ini adalah penelitian pustaka (<em>library reseach</em>) dengan data primer, sekunder dan pendukung. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam faktor yang melatarbelakangi terjadinya <em>ikhtilaf</em> para mujtahid, yaitu: faktor semantik, riwayat, epistemologi, kaidah <em>ushuliyah</em>, <em>qiyas</em> dan tarjih. Selanjutnya, dari perspektif filosofis keberadaan <em>ikhtilaf</em> memberikan kemudahan bagi para <em>muqallid</em> untuk mengikuti pendapat yang paling maslahat dan relevan, mengajarkan untuk berpikir independen dan menghargai pendapat orang lain, sekaligus menjadi motor terhadap kajian-kajian fikih komparatif. Kemudian cara menyikapi perbedaan setidaknya ada tiga, yaitu: tidak memaksakan mazhab kepada orang lain, bersikap toleran dan bersikap ilmiah yang membuka peluang dialog bagi antar pihak untuk menghasilkan formulasi fikih yang solutif.</p> Mahdum Kholit Al-Asror Copyright (c) 2024 Mahdum Kholit Al-Asror http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/minhaj_januari24_09 Fri, 26 Jan 2024 00:00:00 +0000