Kontekstualisasi Maqasid al-shari’ah dalam Literatur Pesantren Kontemporer; Respon Tekstual terhadap Tren Childfree

Authors

  • Beni Ashari Universitas Islam Darul Ulum, Lamongan
  • Babun Suharto Universitas Islam Darul Ulum, Lamongan
  • Imam Syafi’i Universitas Islam Darul Ulum, Lamongan
  • Daniya Muwahidun Najib Universitas Al Falah Assunniyyah, Jember

DOI:

https://doi.org/10.52431/minhaj.v7i1.4376

Keywords:

Childfree, Hukum Keluarga Islam, Hifz al-Nasl, Literatur Pesantren, Maqasid al-Shari’ah

Abstract

Hegemoni globalisasi telah mendisrupsi tatanan nilai keluarga Muslim melalui penyebaran ideologi childfree dan kebebasan seksual yang mendekonstruksi filosofi pernikahan Islam dari orientasi sakral-transendental menjadi kontrak privat berbasis otonomi tubuh semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstruksi epistemologis dan strategi respon tekstual dalam literatur pesantren kontemporer saat mengontekstualisasikan doktrin Maqasid al-Shari’ah, khususnya aspek hifz al-nasl (pemeliharaan keturunan), guna menjawab validitas argumen hak reproduksi global tersebut. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis-yuridis, penelitian ini menelaah secara kritis kitab-kitab turats, keputusan Bahtsul Masail, dan pemikiran ulama pesantren modern yang dianalisis menggunakan pisau bedah usul fiqh seperti Sadd al-Dharai’ dan Maslahah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literatur pesantren tidak merespons modernitas dengan penolakan dogmatis buta, melainkan melalui dialektika metodologis yang canggih; yakni dengan melakukan distingsi tegas antara tanzim al-nasl (pengaturan kelahiran) yang diterima sebagai bentuk adaptasi rasional-medis, dengan tahdid al-nasl (pemutusan keturunan) yang ditolak keras karena melanggar hak Tuhan (haqqullah). Pesantren merekonstruksi narasi prokreasi bukan sekadar sebagai fungsi biologis, melainkan sebagai investasi peradaban dan mandat teologis yang tidak dapat dibatalkan oleh hak asasi individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap pesantren merepresentasikan bentuk resiliensi intelektual hukum Islam yang menawarkan konsep “kebebasan bertanggung jawab”, sekaligus berfungsi sebagai benteng imunitas sosial (social immunity) yang vital untuk menjaga keberlangsungan demografi umat dan ketahanan keluarga di tengah gempuran hedonisme global

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abi Dawud, “Kitab al-Nikah”, Hadis No. 2050 (Riyadh: Maktabah al-Ma’arif, t.t)

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din, Juz 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2014)

Abu Ishaq Ibrahim bin Musa al-Shatibi, al-Muwafaqat fi Usul al-Shari’ah, Juz 2 (Beirut: Dar al-Ma’rifah, t.t)

Bisri Mustofa, Al-Ibriz li Ma’rifat Tafsir al-Qur’an al-Aziz, Jilid 1 (Kudus: Menara Kudus, 2015)

Gilles Lipovetsky, Hypermodern Times, terj. Andrew Brown (Cambridge: Polity Press, 2005)

Ibn Ashur, Maqasid al-Shari’ah al-Islamiyyah (Tunisia: Dar al-Salam, 2006)

Jasser Auda, Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach (London: IIIT, 2008).

Khoiruddin Nasution, Hukum Perkawinan I: Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim (Yogyakarta: Academia Tazzafa, 2013)

Muhammad Abu Zahrah, Usul al-Fiqh (Kairo: Dar al-Fikr al-Arabi, 1958)

Muhammad Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 2 (Jakarta: Lentera Hati, 2002)

Ratno Lukito, Legal Pluralism in Indonesia: Bridging the Unbridgeable (London: Routledge, 2013)

Taqi al-Din al-Hisni, Kifayat al-Akhyar fi Halli Ghayat al-Ikhtisar (Damaskus: Dar al-Khair, 1996)

Tim LTN PBNU, Ahkamul Fuqaha: Solusi Problematika Umat (Kumpulan Hasil Bahtsul Masail) (Surabaya: Khalista, 2011)

Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Juz 9 (Damaskus: Dar al-Fikr, 2008)

Yusuf al-Qaradawi, Taysir al-Fiqh li al-Muslim al-Mu’asir (Beirut: Muassasah al-Risalah, 2000)

Zakariya al-Ansari, Fath al-Wahhab bi Sharh Manhaj al-Tullab, Juz 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1998)

Zygmunt Bauman, Liquid Modernity (Cambridge: Polity Press, 2000

Gani, Abdullah Firman. “Literature Review: Indonesia’s Declining Birth Rate and Its Implications for Marriage Decisions.” Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 4 (2025).

Haecal, M. Irfan Farraz, Hidayatul Fikra, and Wahyudin Darmalaksana. “Analisis Fenomena Childfree Di Masyarakat: Studi Takhrij Dan Syarah Hadis Dengan Pendekatan Hukum Islam.” The 2nd Conference on Ushuluddin Studies 8 (2022).

Hook, Genine A. “Geographies of Emotion in University Spaces: Sole Parent Postgraduate Subjects Negotiating ‘child-Free’ Educational Boundaries.” Emotion, Space and Society 18 (2016). https://doi.org/10.1016/j.emospa.2016.01.004.

MGLSD. “The National Strategy to End Child Marriage and Teenage Pregnancy: A Society Free of Child Marriage and Teenage Pregnancy.” Ministry of Gender, Labour and Social Development, 2022.

Munawar, Faishal Agil Al. “‘Abd Al-Majīd Al-Najjār’s Perspective on Maqāṣid Al-Sharī’ah.” Juris: Jurnal Ilmiah Syariah 20, no. 2 (2021). https://doi.org/10.31958/juris.v20i2.4281.

Nur Fillaili, Natasya. “Edukasi IPS Trend Bebas Anak Child Free Di Kalangan Pasangan Milenial Pasca Menikah.” Journal UNJ 7, no. 1 (2023).

Nurhaliza, Siti, Dimas Febriawan, and Firman Noor Hasan. “Sentiment Analysis of Society Towards the Child-Free Phenomenon (Life Without Children) on Twitter Using Naïve Bayes Algorithm.” Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi Dan Komputer) 13, no. 1 (2024). https://doi.org/10.32736/sisfokom.v13i1.1944.

Pane, Erina, and Adam Muhammad Yanis. “Child-Free in the Perspective of Positive Law in Indonesia.” KnE Social Sciences 10, no. 8 (2025). https://doi.org/10.18502/kss.v10i8.18416.

Sadiah, Halimahtu, and Marlisa Amelia. “Konstrusi Sosial Fenomena Child Free Di Sosial Media Instagram (Studi Pada Kasus Gita Savitri).” Kompetensi 17, no. 1 (2024). https://doi.org/10.36277/kompetensi.v17i1.190.

Santoso, Dri, Wahyu Abdul Jafar, Muhamad Nasrudin, Musda Asmara, and Fauzan. “Harmony of Religion and Culture: Fiqh Munākahat Perspective on the Gayo Marriage Custom.” Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan 22, no. 2 (2022). https://doi.org/10.18326/IJTIHAD.V22I2.199-218.

Yazdani, Reza, Simin Zahra Mohebbi, Maryam Fazli, and Maryam Peighoun. “Evaluation of Protective Factors in Caries Free Preschool Children: A Case-Control Study.” BMC Oral Health 20 (2020). https://doi.org/10.1186/s12903-020-01154-y.

Yulianti. “Konsekuensi Sosial-Ekonomi Anak Dari Hubungan Non-Marital Dalam Tinjauan Islam.” Jurnal EKOBIS-DA; Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 06, no. 01 (2025).

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Ashari, B., Suharto, B., Syafi’i, I., & Najib, D. M. (2026). Kontekstualisasi Maqasid al-shari’ah dalam Literatur Pesantren Kontemporer; Respon Tekstual terhadap Tren Childfree. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 7(1), 84–98. https://doi.org/10.52431/minhaj.v7i1.4376

Issue

Section

Articles