Manhaj Penafsiran Asy-Syanqity Terhadap Konsep Hijab dalam QS. Al-Ahzab Ayat 53 dan 59: Analisis Kontekstual dan Tematik
DOI:
https://doi.org/10.52431/ushuly.v5i2.4141Keywords:
Hijab, Penafsiran Qur’an, Tafsir Bil Qur’an, Tafsir Kontekstual, Asy-SyanqithiAbstract
Penelitian ini membahas manhaj penafsiran Asy-Syanqīṭī terhadap konsep hijab dalam QS. al-Ahzab ayat 53 dan 59, dua ayat yang memiliki posisi penting dalam pembentukan etika interaksi dan batasan aurat perempuan Muslim. Pemilihan topik ini didasarkan pada urgensi memahami metode tafsir klasik yang berpengaruh dalam diskursus hijab kontemporer, khususnya melalui pendekatan tafsīr al-Qur’ān bil-Qur’ān yang menjadi ciri utama karya monumental Asy-Syanqīṭī, Aḍwā’ al-Bayān. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan, melalui analisis komparatif terhadap sumber-sumber primer berupa kitab tafsir klasik, literatur ushul fikih, serta karya modern yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asy-Syanqīṭī menafsirkan hijab dengan menekankan keumuman ‘illat hukum, keterkaitan antar ayat (munāsabah), dan integrasi dalil-dalil syar‘i yang memperkuat kewajiban jilbab sebagai ketentuan universal. Ia juga menolak pendekatan historis yang mereduksi hijab sebagai produk budaya, serta menegaskan bahwa perintah dalam ayat tersebut berlaku umum bagi seluruh perempuan Muslim. Temuan ini menegaskan bahwa metode Asy-Syanqīṭī memberikan konstruksi argumentatif yang kuat dalam memahami kewajiban hijab dalam perspektif syariat dan etika sosial Islam.
Downloads
References
Al Rumi, Fahd bin Abd Rahman bin Sulaiman, Dirasat fi Ulum al Quran, (2003 M/1424 H).
Al-Amin, Muhammad. bin Muhammad Al-Mukhtar al-Jakniy al-Syanqithi, Tafsir al-Qur’an bi al-Quran min adwa’i al-bayan, Saudi Arabiyah: Dar Fadlilah, (2005).
Al-Qurṭubī, Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān, tafsir QS. Al-Aḥzāb:59; Al-Baghawī, Ma‘ālim al-Tanzīl, Juz 6; Ibn ‘Aṭiyyah, Al-Muḥarrar al-Wajīz, Juz 4, (1964 M/ 1384 H).
Al-Syanqīṭī, Aḍwā’ al-Bayān fī Īḍāḥ al-Qur’ān bil-Qur’ān, Beirut: Dār al-Fikr, Juz 6, (1386 H).
Al-Ṭabarī, Jāmi‘ al-Bayān, tafsir QS. Al-Aḥzāb:53; Ibn Kathīr, Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Juz 3, (1984 M).
Al-Zuhaili, Wahbah. al-Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj, (1991 M/ 1411 H).
Fāris, Ibn. Maqāyīs al-Lughah, Kairo: Dār al-Fikr, juz 2, bab جلب; Al-Fayrūzabādī, Al-Qāmūs al-Muḥīṭ, Beirut: Mu’assasah al-Risālah, (1994 H).
Husaeni, Moh. “Fenomena Jilboobs di Kalangan Remaja (Studi Pemaknaan Hijab dalam Perspektif Tafsir Modern).” Institut PTIQ, (2023).
Imam as-Suyuti, asbabun nuzulsebab-sebabturunnya ayat Alquran, Terj. Andi Muhammad Syabrildan Yasir Maqasid (Jakarta: PUSTAKA Al Kautsar, (2015).
Muhammad, Abdullah bin. Tafsir Ibnu Katsir, 6 ed., terj. 7 (Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i, 2013).
Muhammad, Abu Abdullah. bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardu dzubah al-Bukhari, Sahih al-Bukhari, 6 (Beirut: Dar Thawq al-Najah, (1422 H).
Taufiq, Imam. “Tafsir Ayat Jilbab: Kajian terhadap QS. Al-Ahzab (33): 59 (2013).



