Interferensi Linguistik dalam Tradisi Pendidikan Pesantren: Tinjauan Psiko-Sosiolinguistik pada Pembelajaran Nahwu dan Sharaf
Keywords:
Interferensi, Psiko-sosio Linguistik, Pembelajaran Nahwu SharafAbstract
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren di Indonesia menghadapi tantangan linguistik yang kompleks, terutama dalam bentuk interferensi antara bahasa ibu santri (bahasa Indonesia atau bahasa daerah) dengan struktur bahasa Arab, yang tampak dalam penguasaan ilmu Nahwu dan Sharaf. Interferensi ini memengaruhi kemampuan santri dalam memahami dan mengaplikasikan kaidah bahasa Arab secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk interferensi linguistik yang terjadi dalam pembelajaran Nahwu dan Sharaf serta menganalisis faktor psikologis dan sosiolinguistik yang melatarbelakangi fenomena tersebut. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis teks dari interaksi pembelajaran di beberapa pesantren salafiyah dan kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi dalam bentuk fonologis, morfologis, sintaktis, dan semantis, yang diperkuat oleh faktor-faktor seperti kecemasan berbahasa, rendahnya motivasi, kebiasaan sosial komunitas pesantren, dan penggunaan bahasa lokal dalam praktik keseharian. Temuan ini memperlihatkan bahwa interferensi linguistik tidak dapat dipisahkan dari dinamika psikososial yang membentuk proses pemerolehan bahasa kedua di lingkungan pesantren. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikolinguistik dan sosiolinguistik secara simultan untuk memahami interferensi dalam konteks pendidikan tradisional Islam, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih komunikatif, kontekstual, dan responsif terhadap karakteristik santri
Kata Kunci: Interferensi, Psiko-sosio Linguistik, Pembelajaran Nahwu Sharaf
ABSTRACT
Learning Arabic in Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia faces complex linguistic challenges, particularly in the form of interference between students' mother tongues (Indonesian or regional languages) and Arabic language structures, which is evident in their mastery of Nahwu and Sharaf. This interference affects students' ability to understand and apply Arabic rules appropriately. This study aims to identify the forms of linguistic interference that occur in Nahwu and Sharaf learning and to analyze the psychological and sociolinguistic factors underlying this phenomenon. Using a qualitative descriptive approach with a case study strategy, data were collected through classroom observations, in-depth interviews, documentation, and text analysis of learning interactions in several Salafiyah and combination Islamic boarding schools. The results indicate that interference occurs in phonological, morphological, syntactic, and semantic forms, reinforced by factors such as language anxiety, low motivation, social customs within the Islamic boarding school community, and the use of local languages in daily practice. These findings demonstrate that linguistic interference cannot be separated from the psychosocial dynamics that shape the process of second language acquisition in Islamic boarding schools. The main contribution of this research lies in the simultaneous integration of psycholinguistic and sociolinguistic approaches to understand interference in the context of traditional Islamic education, as well as providing a conceptual basis for developing Arabic language learning strategies that are more communicative, contextual, and responsive to the characteristics of students (santri).
Keywords: Interference, Psycho-Socio-Linguistics, Nahwu Sharaf Learning



