EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA SMART TV DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS III PADA PEMBELAJARAN PAI (STUDI KASUS DI SDI ROUSHON FIKR JOMBANG)
DOI:
https://doi.org/10.52431/jurnalilmupendidikananak.v5i1.4429Keywords:
Smart TV, Minat Belajar, Media PembelajaranAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) apabila hanya menggunakan metode konvensional yang cenderung verbalistis. Inovasi pembelajaran melalui media teknologi, salah satunya Smart TV, dipandang mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar yang masih berada pada tahap operasional konkret. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa terhadap pembelajaran PAI dengan pemanfaatan Smart TV serta mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan penggunaannya di SD Islam Roushon Fikr Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa meliputi faktor internal (motivasi, perhatian, keterlibatan aktif siswa), faktor guru (kreativitas dan kompetensi pedagogis dalam memanfaatkan Smart TV), serta faktor eksternal (dukungan sekolah, orang tua, infrastruktur, dan lingkungan sosial). Pemanfaatan Smart TV memiliki sejumlah kelebihan, yaitu memperjelas visualisasi konsep abstrak, meningkatkan motivasi intrinsik, mendukung variasi metode, serta memperkaya sumber belajar. Namun kelemahannya meliputi kendala teknis (internet, listrik), keterbatasan kompetensi guru, risiko pasifitas siswa, validitas konten, serta tantangan biaya dan keinginan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Smart TV efektif meningkatkan minat belajar PAI apabila didukung oleh kreativitas guru, kurasi konten yang tepat, infrastruktur yang memadai, serta partisipasi sekolah dan orang tua.


