PENGEMBANGAN KOMIK FIQIH BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II MI BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS
DOI:
https://doi.org/10.52431/jurnalilmupendidikananak.v5i1.4184Keywords:
Keywords: Comic, Contextual, Learning Motivation.Abstract
Pengembangan komik fiqih berbasis kontekstual ini didasarkan pada observasi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti menemukan bahwa komik fiqih dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman mereka dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep fiqih. Karena komik tidak hanya memberikan informasi yang bersifat menghibur tetapi juga dikatakan sebagai salah satu media pembelajaran selama terkait dengan materi serta sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan (research and development). Prosedur pengembangan modul meliputi: tahap pengumpulan data, tahap pengumpulan produk, tahap uji coba produk, tahap revisi, tahap uji coba lapangan. Pada tahap pengumpulan data, yang digunakan oleh peneliti berupa observasi, wawancara dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung, dan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yakni modul fiqih, silabus fiqih mengenai materi shalat berjamaah dan angket untuk mengukur tingkat keberhasilan. Pada teknik analisis data digunakan untuk menentukan tingkat kevalidan data dengan menggunakan data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan bahwa, dengan adanya pengembangan komik fiqih berbasis kontekstual yang diterapkan melalui model Borg and Gall berhasil meningkatkan antusiasme siswa, terbukti dari angket respon siswa yang mencapai 95% dengan kualifikasi sangat baik. Siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menghafal, menulis, dan memahami materi. Peningkatan motivasi belajar siswa terlihat dari hasil pretest dan postest, di mana nilai rata-rata siswa meningkat dari 67,1 sebelum penerapan komik menjadi 89,8 setelahnya, menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam motivasi belajar setelah penggunaan produk tersebut


