Spiritualitas Manusia Perspektif Al-Qusyairy dalam Lathaif Al-Isyarat
DOI:
https://doi.org/10.52431/ushuly.v5i2.4671Keywords:
Al-Quran, Al-Qusyairy, Jiwa, SpiritualitasAbstract
Penelitian ini mengungkap bahwa spiritualitas merupakan dimensi penting dalam pembentukan dan pemulihan kesehatan mental. Wacana kesehatan mental dalam era modern cenderung berfokus pada aspek biologis dan psikis, sehingga mengabaikan dimensi spiritual yang esensial bagi keseimbangan jiwa manusia. Dalam konteks ini, pendekatan spiritual tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga arah makna hidup, tujuan eksistensial, serta keterhubungan dengan sumber transendensi. Melalui penafsiran sufistik dalam Lathâif al-Isyârât, Al-Qusyairi menawarkan pemahaman mendalam tentang konsep jiwa (nafs) dan dinamika spiritual manusia. Ia memetakan perjalanan jiwa melalui tahapan-tahapan penyucian, dari nafs al-ammârah, nafs al-lawwâmah, hingga mencapai rûh dan al-sirr sebagai puncak kesadaran spiritual. Gagasannya mengenai perjalanan jiwa menekankan pentingnya rekonstruksi batiniah untuk mencapai keseimbangan psikologis. Penafsiran Al-Qusyairi menegaskan keterbatasan epistemologis manusia dalam memahami roh, sekaligus menempatkannya sebagai inti kepribadian yang mengarahkan pada kebajikan.
Downloads
References
Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad. Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn. Jilid 3. Beirut: Dâr al-Fikr, t.t.
-------. Kimiya-i Sa‘âdat. Beirut: Dar al-Kutub al-ʿIlmiyya, 1988.
Al-Qusyairi, Abu al-Qasim Abd al-Karim. al-Risâlah al-Qusyairiyyah. Beirut: Dâr al-Kutub wa al-Nashr, 1985
Al-Raghib, Abu al-Qasim. Al-Mufradât fî Gharîb al-Qurʾân. Beirut: Dar al-Maʿrifah, 1997.
Al-Razi, Fakhr al-Din. Al-Tafsir al-Kabir. Teheran: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1997.
Aydin, Hayati. “Self (Ego) Consciousness in Muslim Scholars Notably in Bediuzzaman.” Studies in Islam and the Middle East 6, no. 1 (2009): 1–8.
Azra, Azyumardi, Esai-esai Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998.
Tart, Charles T. Transpersonal Psychology, London: Harper and Row, 1975.
Connolly, Peter. “Pendekatan Psikologis,” dalam Aneka Pendekatan Studi Agama, ed. Peter Connolly. Yogyakarta: LKiS, 2002, Cet. I.
Frager, Robert. Heart, Self & Soul: The Sufi Psychology of Growth, Balance, and Harmony. Wheaton, IL: Quest Books, 1999.
Fromm, Erich. Masyarakat Sehat, terj. Bambang Murtianto, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1995.
Jiani, Nahid. “An Overview of the Educational Practices of Sufis in Iran from the Beginning Until 1301.” International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences 3, no. 7 (Juli 2013): 158.
Jung, Carl. G. "The Problem of Evil Today." Dalam Meeting the Shadow: The Hidden Power of the Dark Side of Human Nature, disunting oleh Connie Zweig dan Jeremiah Abrams, 172. U.S.: A New Consciousness Reader, 1991.
Mandzur, Ibn. Lisân al-ʿArab. Beirut: Dâr Ihyâʾ al-Turâth al-ʿArabî, 1993.
Moeloeng, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 1991.
Nasr, Sayyed Hossein, Islam Tradisi di Tengah Kancah Dunia Modern, terj. Luqman Hakim, Bandung: Pustaka, 1997.
Nizamie, S., Mohammad Katshu, dan N. Uvais. “Sufism and Mental Health.” Indian Journal of Psychiatry, suppl. 2, vol. 55 (Januari 2013): 215.
Nurbakhsy, Javad. “Classical Persian Sufism from Its Origins to Rumi (700–1300),” dalam The Heritage of Sufism, ed. Leonard Lewisohn. Oxford: Oneworld Publications, 1999.



