ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia <p>Arabia: Jurnal Ilmu Bahasa Arab diterbitkan dua kali setahun sejak 2023 (Januari dan Juli), adalah jurnal multibahasa (Indonesia, Arab, dan Inggris), peer-review, dan berspesialisasi dalam Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Bahasa Arab. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Pendidikan dan keguruan IAIBAFA.</p> <p>Editor menyambut para sarjana, peneliti dan praktisi Pendidikan Bahasa Arab di seluruh dunia untuk mengirimkan artikel ilmiah untuk dipublikasikan melalui jurnal ini. Semua artikel akan direview oleh para ahli sebelum diterima untuk dipublikasikan. Setiap penulis bertanggung jawab penuh atas isi artikel yang diterbitkan.</p> en-US ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 3024-9341 تكوين البيئة اللغوية العربية من خلال نموذج تعليمي تكاملي في معهد دار السلام سينغون جومبانج https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4038 <p>Saat mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Arab, proses tersebut dimulai setelah seseorang memiliki dasar tradisi berbahasa yang sudah kuat dalam pikirannya. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan berbahasa Arab yang mendukung agar seseorang dapat menyerap tradisi dan membiasakan diri dengan bahasa baru tersebut. Lingkungan bahasa sangat erat kaitannya dengan pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara di Pondok Pesantren Darussalam Sengon Jombang. Data sekunder diperoleh dari referensi seperti buku, artikel, yang terkait dengan lingkungan bahasa dan pembelajaran integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama proses pembentukan lingkungan bahasa dilakukan secara alami dengan membiasakan santri untuk menggunakan bahasa Arab dalam kegiatan sehari-hari, kedua Model connected merupakan salah satu model pembelajaran integrasi yang diterapkan di Pondok Pesantren Darussalam Sengon Jombang. Faktor pendukung yaitu, kerja sama yang baik, sumber daya manusia berkompeten, lembaga bahasa. Faktor penghambat adalah kelelahan yang dialami para santri</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Lingkungan Bahasa, Integrasi, Pondok Pesantren</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>When learning a foreign language, especially Arabic, the process begins after a person has a strong foundation of language traditions in their mind. Therefore, it is important to create a supportive Arabic language environment so that someone can absorb traditions and familiarize themselves with the new language. The language environment is closely related to Arabic language learning. This study uses a qualitative descriptive field method. Primary data were obtained through observation, documentation, and interviews at the Darussalam Sengon Islamic Boarding School in Jombang. Secondary data were obtained from references such as books and articles related to the language environment and integrated learning. The results of the study indicate that, first, the process of forming a language environment is carried out naturally by accustoming students to use Arabic in their daily activities. Second, the connected model is one of the integrated learning models implemented at the Darussalam Sengon Islamic Boarding School in Jombang. Supporting factors include good cooperation, competent human resources, and language institutions. The inhibiting factor is fatigue experienced by students.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> language environment, integration, boarding school</em></p> Oktavia Ratnaningtyas Karisma Fitriani Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 1 14 Analisis Kualitatif terhadap Penggunaan Media Digital Wordwall dalam Pembelajaran Bahasa Arab https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4206 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peserta didik umumnya membutuhkan media yang mengakomodasi gaya belajar variatif, menyediakan aktivitas kolaboratif, serta memberikan umpan balik langsung agar proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan Wordwall oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Arab, menganalisis respons dan persepsi siswa terhadap media tersebut, menelaah dampaknya terhadap interaksi kelas, motivasi, dan penguasaan mufradāt, serta mengidentifikasi tantangan implementasi beserta strategi pemecahan agar pembelajaran berbasis gamifikasi berjalan optimal. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk menelaah penggunaan Wordwall dalam pembelajaran Bahasa Arab. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman &amp; Saldaña melalui reduksi, penyajian, serta verifikasi temuan guna memperoleh pemahaman holistik tentang dinamika pembelajaran dan persepsi peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan Wordwall dalam pembelajaran Bahasa Arab menunjukkan pola pedagogis terstruktur melalui apersepsi, latihan inti, dan asesmen formatif berbasis gamifikasi. Media ini meningkatkan interaksi kelas, motivasi belajar, dan retensi mufradāt melalui latihan berulang, kompetisi sehat, dan umpan balik real-time. Respons siswa sangat positif karena Wordwall dinilai menyenangkan, memudahkan hafalan, serta meningkatkan kepercayaan diri verbal. Meski terdapat kendala teknis dan manajerial, strategi adaptif guru memungkinkan implementasi tetap efektif dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Gamifikasi, Media Digital, Pembelajaran Bahasa Arab, Wordwall</p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><em><br /></em><em>Students generally need media that accommodates varied learning styles, provides collaborative activities, and provides direct feedback so that the learning process becomes more meaningful. </em><em>This study aims to describe the pattern of Wordwall utilization by teachers in Arabic language instruction; analyze students’ responses and perceptions toward the media; examine its effects on classroom interaction, learning motivation, and mastery of mufradāt; and identify implementation challenges along with problem-solving strategies to ensure optimal gamification-based learning. This research employed a qualitative descriptive-interpretive approach through classroom observation, in-depth interviews, and documentation to explore the use of Wordwall in Arabic language learning. Data were analyzed using the Miles, Huberman &amp; Saldaña interactive model through data reduction, display, and verification to obtain a holistic understanding of learning dynamics and learner perceptions. The findings reveal that Wordwall is integrated into a structured pedagogical pattern comprising the stages of apperception, core practice, and formative assessment based on gamification. This media enhances classroom interaction, learning motivation, and mufradāt retention through repetitive practice, healthy competition, and real-time feedback. Students’ responses are highly positive as Wordwall is perceived as enjoyable, supportive of memorization, and capable of increasing verbal confidence. Although technical and managerial barriers exist, teachers’ adaptive strategies ensure that Wordwall implementation remains effective and sustainable.</em><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Gamification, Digital Media, Arabic Language Learning, Wordwal</em></p> Nur Aisyah Isop Syafe'i Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 15 32 Analisis Semantik Tentang Perluasan dan Penyempitan Makna dalam Bahasa Arab https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4162 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini membahas perubahan makna dalam bahasa Arab dengan fokus pada dua proses utama, yaitu perluasan dan penyempitan makna. Latar belakang penelitian berangkat dari karakter bahasa Arab yang dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan sosial, budaya, agama, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mekanisme, faktor penyebab, serta contoh konkret dari kedua bentuk perubahan makna tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah literatur klasik dan modern, termasuk kamus, karya balāghah, teks keagamaan, dan studi linguistik kontemporer.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan makna banyak dipengaruhi oleh penggunaan metaforis, kontak bahasa, perkembangan ilmu, teknologi, serta kreativitas sastra. Sementara penyempitan makna muncul terutama melalui spesialisasi istilah dalam bidang syariat, fikih, kedokteran, dan disiplin akademik modern. Teks keagamaan serta variasi dialek juga terbukti menjadi faktor signifikan dalam pembentukan makna baru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa perubahan makna merupakan proses alami dalam perkembangan bahasa Arab dan mencerminkan dinamika pemikiran serta budaya masyarakatnya. Pemahaman terhadap perluasan dan penyempitan makna penting untuk kajian linguistik maupun pengajaran bahasa Arab.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> emantik Arab, perubahan makna, perluasan makna, penyempitan makna.</p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>This study examines semantic change in Arabic, focusing on meaning extension and meaning narrowing. The research is based on the view that Arabic is a dynamic language shaped by cultural, social, religious, and intellectual developments. The study aims to describe the mechanisms, causal factors, and examples of these two major types of semantic change. A library research method was employed by analyzing classical and modern sources, including lexicons, rhetorical works, sacred texts, and contemporary linguistic studies. The findings show that meaning extension is influenced by metaphorical usage, language contact, scientific progress, technology, and literary creativity. Meanwhile, meaning narrowing occurs mainly through terminological specialization in fields such as Islamic law, medicine, and modern academic disciplines. Religious texts and dialectal variation also contribute significantly to shaping new meanings. The study concludes that semantic change is a natural linguistic process reflecting the evolution of Arab society and thought. Understanding these processes is essential for linguistic studies and Arabic language education.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Arabic semantics, semantic change, meaning extension, meaning narrowing.</em></p> Naila Afriani Zulfikar Aril Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 33 50 Peningkatan Kompetensi Maharah Kalam Melalui Kitab Durus Al-Lughoh Al-Arobiyah (Studi Analisis di MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Tembelang Jombang) https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4423 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi dari realitas bahwa sebagian besar siswa MTs Ilmu Al Qur’an menghadapi kendala dalam keterampilan berbicara bahasa Arab (maharah kalam). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kompetensi maharah kalam siswa putra MTs Ilmu Al-Qur’an Mojokrapak Tembelang Jombang, menganalisis penerapan kitab durus al lughoh al-arobiyah dalam pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kitab Durus al-Lughoh al- Arobiyah secara konsisten mampu meningkatkan kompetensi maharah kalam siswa. Peningkatan tersebut tampak pada aspek penguasaan kosakata, keberanian berbicara dalam percakapan sehari-hari, kelancaran dalam berdialog, serta peningkatan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa arab. Dengan demikian penelitian ini menegaskan bahwa kitab Durus al-Lughoh al-Arobiyah sangat relevan dan efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa arab, khususnya untuk meningkatkan keterampilan berbicara (maharah kalam) di tingkat madrasah tsanawiyah.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Maharah Kalam, Kitab Durus Al-Lughoh Al-Arobiyah, Pembelajaran Bahasa Arab.</p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRAK</em></strong></p> <p><em>This research is motivated by the reality that the majority of MTs Al Qur'an Science students face obstacles in their Arabic speaking skills (maharah kalam). The aim of this research is to determine the level of maharah kalam competency of male students at MTs Al-Qur'an Science Mojokrapak Tembelang Jombang, to analyze the application of the book durus al lughoh al-arobiyah in learning which aims to improve students' speaking skills, and to identify supporting and inhibiting factors in the application process. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data was obtained through observations, interviews and documentation. The data analysis used is the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that the consistent application of the book Durus al-Lughoh al-Arobiyah is able to increase students' maharah kalam competence. This improvement can be seen in the aspects of vocabulary mastery, courage to speak in daily conversations, fluency in dialogue, as well as increasing students' self-confidence in using Arabic. Thus, this research confirms that the book Durus al-Lughoh al-Arobiyah is very relevant and effective for use in Arabic language learning, especially for improving speaking skills (maharah kalam) at the tsanawiyah madrasah level.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>Maharah Kalam, Durus al-Lughah al-Arabiyyah, Arabic Language Learning.</em></p> Asrori Mahsum Muhammad Taufiq Qurrohman Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 51 65 Upaya Meningkatkan Maharah Kalam Bahasa Arab Melalui Metode Komunikatif (At-Thariqah Al-Ittisholi) MTs Roudhotut Tholabah Kediri https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4187 <p>Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam kerap didominasi oleh pendekatan struktural berbasis tata bahasa dan hafalan mufradat sehingga kemampuan komunikatif siswa, terutama keterampilan berbicara (<em>maharah kalam</em>) kurang berkembang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode komunikatif (<em>at-Thariqah al-Ittisholiyyah</em>) di MTs Roudhotut Tholabah dalam upaya meningkatkan maharah kalam siswa, serta mengevaluasi efektivitasnya dan mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan guru dan siswa, observasi proses pembelajaran, serta dokumentasi aktivitas kelas. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode komunikatif melalui dialog, percakapan berpasangan, role-play, diskusi, dan latihan situasional berhasil meningkatkan keberanian siswa berbicara, kelancaran berbicara, serta partisipasi aktif dalam interaksi. Meskipun terdapat kendala seperti variasi kemampuan siswa dan keterbatasan media, secara keseluruhan metode ini terbukti efektif. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa metode komunikatif layak dijadikan strategi utama dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Roudhotut Tholabah untuk mengembangkan mahārah kalam secara signifikan.</p> <p>Kata Kunci: Bahasa Arab, Maharah Kalam, Metode komunikatif</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong><br />Arabic language instruction in Islamic educational institutions has often been dominated by a structural approach focused on grammar and vocabulary memorization, which limits students’ communicative competence especially speaking skills (<em>maharah kalam</em>). This study aims to describe the implementation of a communicative method (<em>at-Thariqah al-Ittisholiyyah</em>) at MTs Roudhotut Tholabah, to assess its effectiveness in improving students’ speaking proficiency, and to identify supporting factors and obstacles. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews with teachers and students, classroom observations, and documentation of learning activities. The findings indicate that the communicative method utilizing dialogues, pair conversations, role-plays, group discussions, and situational exercises successfully enhanced students’ willingness to speak, fluency, and active engagement. Despite challenges such as students’ varying proficiency levels and limited media resources, the method proved effective overall. The study concludes that the communicative method is a viable principal strategy for Arabic teaching at MTs Roudhotut Tholabah to significantly develop students’ maharah kalam.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords:</strong> Arabic Language, Speaking Skills, Communicative Method, Communicative Language Teaching (CLT)</p> Muhammad Dhiya'ul Haq Ahmad Rifa’i Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 66 82 استراتيجيات تعليم المفردات المعتمدة على الوسائط الرقمية https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4198 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran mufradat merupakan aspek fundamental dalam penguasaan bahasa Arab karena menjadi dasar bagi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang baru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kosakata melalui pendekatan yang lebih interaktif, menarik, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran mufradat berbasis media digital melalui pendekatan kajian literatur terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Studi ini menggunakan metodologi penelitian kepustakaan, atau tinjauan pustaka, dan sumber datanya bersifat primer dan sekunder, seperti buku-buku akademik, artikel yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, penelitian sebelumnya, dan dokumen ilmiah lainnya yang berkaitan dengan teori makna, semantik bahasa Arab, linguistik kognitif, dan pendekatan struktural dan referensial dalam studi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi efektif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran mufradat berbasis digital, antara lain penggunaan digital storytelling untuk penyajian kosakata secara kontekstual, pemanfaatan aplikasi mobile dengan fitur permainan sebagai sarana latihan mandiri, visualisasi multimedia dalam bentuk gambar, video, dan animasi untuk memperkuat pemahaman makna, serta pembelajaran kolaboratif melalui platform daring. Media digital terbukti mampu meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam mempelajari kosakata bahasa Arab. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan literasi digital guru, minimnya fasilitas, dan akses teknologi. Dapat disimpulkan bahwa integrasi media digital dalam pembelajaran mufradat merupakan inovasi yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan berpotensi meningkatkan penguasaan kosakata secara komprehensif.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: pembelajaran mufradat, media digital, strategi pembelajaran, bahasa Arab.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Vocabulary learning is a fundamental aspect in Arabic language acquisition because it forms the basis for listening, speaking, reading, and writing skills. The development of digital technology presents new opportunities to improve the effectiveness of vocabulary learning through a more interactive, engaging, and contextual approach. This study aims to examine digital media-based vocabulary learning strategies through a literature review approach of books, scientific journal articles, and relevant previous research. This study uses a library research methodology, or literature review, and the data sources are primary and secondary, such as academic books, articles published in scientific journals, previous research, and other scientific documents related to the theory of meaning, Arabic semantics, cognitive linguistics, and structural and referential approaches in linguistic studies. The results of the study indicate that there are several effective strategies that can be applied in digital-based vocabulary learning, including the use of digital storytelling for contextual vocabulary presentation, the use of mobile applications with game features as a means of independent practice, multimedia visualizations in the form of images, videos, and animations to strengthen understanding of meaning, and collaborative learning through online platforms. Digital media has been proven to improve students' cognitive, affective, and psychomotor aspects in learning Arabic vocabulary. However, its implementation still faces obstacles such as limited teacher digital literacy, limited facilities, and limited access to technology. It can be concluded that integrating digital media into vocabulary learning is an innovation relevant to the demands of 21st-century education and has the potential to improve vocabulary mastery comprehensively.</p> <p><strong>Keywords</strong>: vocabulary learning, digital media, learning strategies, Arabic.</p> Muhammad Firdaus Syahputra Rosyad Sasaki Maulina Fitria Ningrum Naila Afriani Mahdiana Amini Sona Amalia Tafidatuz Ziyadah Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 83 93 Interferensi Linguistik dalam Tradisi Pendidikan Pesantren: Tinjauan Psiko-Sosiolinguistik pada Pembelajaran Nahwu dan Sharaf https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4448 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren di Indonesia menghadapi tantangan linguistik yang kompleks, terutama dalam bentuk interferensi antara bahasa ibu santri (bahasa Indonesia atau bahasa daerah) dengan struktur bahasa Arab, yang tampak dalam penguasaan ilmu Nahwu dan Sharaf. Interferensi ini memengaruhi kemampuan santri dalam memahami dan mengaplikasikan kaidah bahasa Arab secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk interferensi linguistik yang terjadi dalam pembelajaran Nahwu dan Sharaf serta menganalisis faktor psikologis dan sosiolinguistik yang melatarbelakangi fenomena tersebut. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis teks dari interaksi pembelajaran di beberapa pesantren salafiyah dan kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi dalam bentuk fonologis, morfologis, sintaktis, dan semantis, yang diperkuat oleh faktor-faktor seperti kecemasan berbahasa, rendahnya motivasi, kebiasaan sosial komunitas pesantren, dan penggunaan bahasa lokal dalam praktik keseharian. Temuan ini memperlihatkan bahwa interferensi linguistik tidak dapat dipisahkan dari dinamika psikososial yang membentuk proses pemerolehan bahasa kedua di lingkungan pesantren. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikolinguistik dan sosiolinguistik secara simultan untuk memahami interferensi dalam konteks pendidikan tradisional Islam, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang lebih komunikatif, kontekstual, dan responsif terhadap karakteristik santri</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Interferensi, Psiko-sosio Linguistik, Pembelajaran Nahwu Sharaf</p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Learning Arabic in Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia faces complex linguistic challenges, particularly in the form of interference between students' mother tongues (Indonesian or regional languages) and Arabic language structures, which is evident in their mastery of Nahwu and Sharaf. This interference affects students' ability to understand and apply Arabic rules appropriately. This study aims to identify the forms of linguistic interference that occur in Nahwu and Sharaf learning and to analyze the psychological and sociolinguistic factors underlying this phenomenon. Using a qualitative descriptive approach with a case study strategy, data were collected through classroom observations, in-depth interviews, documentation, and text analysis of learning interactions in several Salafiyah and combination Islamic boarding schools. The results indicate that interference occurs in phonological, morphological, syntactic, and semantic forms, reinforced by factors such as language anxiety, low motivation, social customs within the Islamic boarding school community, and the use of local languages </em><em>​​</em><em>in daily practice. These findings demonstrate that linguistic interference cannot be separated from the psychosocial dynamics that shape the process of second language acquisition in Islamic boarding schools. The main contribution of this research lies in the simultaneous integration of psycholinguistic and sociolinguistic approaches to understand interference in the context of traditional Islamic education, as well as providing a conceptual basis for developing Arabic language learning strategies that are more communicative, contextual, and responsive to the characteristics of students (santri).</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Interference, Psycho-Socio-Linguistics, Nahwu Sharaf Learning</em></p> Rifki Rosian An Nur Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 94 110 Implementasi Metode Qiyasiyah dalam Meningkatkan Penguasaan Nahwu Shorof Kelas Ibtidaiyah Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Umar Zahid Semelo https://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/Arabia/article/view/4069 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Metode <em>qiyasiyah</em> merupakan pendekatan pembelajaran berbasis analogi yang menekankan pada penalaran logis untuk memahami kaidah bahasa Arab Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode <em>qiyasiyah</em> dalam meningkatkan penguasaan <em>nahwu</em> dan <em>shorof</em> pada kelas Ibtidaiyah Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Umar Zahid Semelo.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode <em>qiyasiyah</em> mampu meningkatkan kemampuan santri dalam memahami pola dan kaidah <em>nahwu-shorof</em> secara sistematis dan kontekstual. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu santri menalar struktur bahasa melalui contoh dan analogi. Faktor pendukungnya adalah antusiasme santri dan kesesuaian metode dengan karakteristik peserta didik tingkat dasar, sedangkan hambatannya berupa keterbatasan waktu dan variasi kemampuan awal santri. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang berbasis nalar dan kontekstual di lingkungan pesantren.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Metode Qiyasiyah, Pembelajaran Bahasa Arab, Nahwu, Shorof, Pesantren</p> <p> </p> <p><em>ABSTRACT</em></p> <p><em>The qiyasiyah method is an analogy-based learning approach emphasizing logical reasoning to comprehend Arabic grammar rules. This study aims to describe the implementation of the qiyasiyah method in improving students’ mastery of nahwu and shorof at the elementary level of Madrasah Diniyah, Pondok Pesantren Umar Zahid Semelo. This research employed a qualitative approach using field research. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed descriptively through three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that applying the qiyasiyah method enhanced students’ ability to understand nahwu-shorof patterns systematically and contextually. Teachers acted as facilitators who guided students to reason through examples and analogies. Supporting factors included students’ enthusiasm and the suitability of the method for elementary learners, while obstacles involved limited time and varying initial abilities. This study contributes to developing reason-based and contextual Arabic language teaching methods in Islamic boarding schools.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Qiyasiyah Method, Arabic Learning, Nahwu, Shorof, Islamic Boarding School</em></p> Baiq Tuhfatul Unsi Riyadlotun Nafia Copyright (c) 2026 ARABIA: Jurnal Ilmu Bahasa Arab 2026-02-13 2026-02-13 4 01 111 119