Analisis tentang Konsekwensi Yuridis Harta Bersama terhadap Kewajiban Suami Memberi Nafkah dalam KHI

  • Syuhada' Syuhada' Institut Agama Islam Bani Fattah, Jombang
Keywords: Juridical Consequences, Treasure Together, Livelihoods

Abstract

Compilation of Islamic Law (KHI) has determined that the obligation imposed on husbands make a living, which is contained in Article 80 paragraph (4). In addition to these provisions, also set provisions regarding joint property. According to article 1 letter f KHI that community property is property acquired either individually or together with the spouses during the marriage takes place, regardless registered to anyone. Consequences arising from the joint property of the deeds of the law of property should be agreed with both parties and the division ofproperty is done in a balanced way. If the provisions regarding joint property associated with the obligation of the husband to provide for the legal issues can come up when the wife did claim that a given property during the marriage as a living interpreted as joint property.
Then the rule also shows unfair to the husband because in addition he is obligated to provide for he is also bound by the provisions of that division of property jointly conducted fairly. Three juridical consequences joint property of the husband to provide for an obligation that is optional. First, husband and wife shared responsibility in the family economy. Second, the separation of conjugal property in marriage. Third, compromise joint property and liability rules provide for her h usband.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1) Kelompok Al-Qur’an dan Tafsir
Al-Zuḥaylî, Wahbah. Tafsîr al-Munîr fî ‘Aqîdah wa al-Sharî’ah wa al- Minhâj. Beirut; Dâr al-Fikr al-Mu’asirah, t.t.
Departemen Agama Republik Indenesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang; Toha Putra, 1989.
Shihab, M. Quraish. Membumikan Al-Qur'an. Bandung; Mizan, 1998.
2) Kelompok Hadîth
Al-Asqalânîy, Ibn Ḥajar. Bulûgh al-Marâm. ttp; Shirkah al-Nur Asiya, t.t. Al-Bukhârî. Saḥîh al-Bukhârî. 4 jilid, Beirut; Dâr al-Fikr, 1981.
Naysaburîy, Al-Imam al-Ḥâfidh Abî ‘Abd Allah Muhammad bin ‘Abd Allah al-Ḥâkim. al-Mustadrak ‘alâ al-Saḥiḥayn. 4 Jilid, Beirut; Dâr al- Kutub al-Ilmîyah, 1990.
3) Kelompok Fiqh
Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta; Akademika Pressindo, 1992.
Abidin, Slamet dan Aminuddin. Fiqih Munakahat I. Bandung; Pustaka Setia, 1999.
Azizy, A. Qodri. Eklektisime Hukum Nasional. Yogyakarta; Gama Media, 2002.
Badri, Mudhofar dkk., Panduan Pengajaran Fiqh Perempuan di Pesantren.
Yogyakarta; Yayasan Kesejahteraan Fatayat, 2002.
Basas, ‚Dinamika Hukum Islam (Studi Posisi Harta Bersama dalam UU No. 1 Tahun 1974),‛ skripsi sarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1997.
Basri, Cik Hasan, (ed. dan pen.). Kompilasi Hukum Islam dan Peradilan Agama dalam Sistem Hukum Nasional. Jakarta; Logos Wacana Ilmu, 1999.
Basyir, Ahmad Azhar. Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta; UII Press, 1999.
Dahlan, Abdul Azis (ed.). Ensiklopedi Hukum Islam. Ichtiar Baru van Hoeve, 2000.
Engineer, Asghar Ali. Matinya Perempuan. alih bahasa Akhmad Afandi dan Muh. Ihsan, Yogyakarta; Ircisod, 2003.
Firdaweri. Hukum Islam tentang Fasakh Perkawinan. Jakarta; Pedoman Ilmu Jaya, 1989.
Hamid, Zahry. Pokok-pokok Hukum Perkawinan Islam dan Undang-undang Perkawinan Indonesia. Yogyakarta; Binacipta, 1978.
Harahap, Yahya. Kedudukan Kewenangan dan Acara Peradilan Agama.
Jakarta; Sinar Grafika, 2003.
Himawan, Agus, ‚Studi tentang Pembebasan Kewajiban Nafkah terhadap Kedudukan Suami Isteri dalam Kompilasi Hukum Islam,‛ skripsi sarjana IAIN Sunan Kalijaga, 2000.


Istiadah. Pembagian Kerja Rumah Tangga dalam Islam. Jakarta; Lembaga Kajian Agama dan Jender, 1999.
Al-Jaziri, Abdurrahman. Kitab al-Fiqh ala Madhâhib al-Arba'ah. Beirut; Dâr al-Kutub al Ilmiyah, 1990.
Mas’udi, Masdar Farid. Islam dan Hak-Hak Reproduksi Perempuan.
Bandung; Mizan, 1997.
Mukhtar, Kamal. Asas-asas Hukum Islam tentang Perkawinan. Jakarta; Bulang Bintang, 1993.
Najjad, Ridha Bak. Hak dan Kewajiban Isteri dalam Islam. Jakarta; Lentera Basrimata, 2002.
Nasution, Khoiruddin. Fazlur Rahman tentang Wanita. Yogyakarta; Tazzafa dan Academia, 2002.
. Islam tentang Relasi Suami Isteri (Hukum Perkawinan 1).
Yogyakarta; Academia dan Tazzafa, 2004.
Nur, Djaman. Fiqih Munakahat. Semarang; Dina Utama Semarang, 1993. Nuruddin, ‚Penyelesaian Sengketa Harta Bersama Berdasarkan Undang-
undang Nomor 7 Tahun 1989 di Pengadilan Agama Bangil,‛ skripsi sarjana Universitas Sunan Giri Surabaya, 2001.
Ibnu Qudâmah, Muwaffaq al-Dîn Abî Muhammad 'Abd Allah bin Ahmad.
al-Mugnî wa al-Sharh} al-Kabîr. Beirut; Dâr al-Fikr, 1984.
Rakhmat, Jalaluddin. Islam Alternatif: Ceramah-ceramah di Kampus.
Bandung; Mizan, 2004.
Ramulyo, Mohd. Idris. Hukum Perkawinan Islam. Jakarta; Bumi Aksara, 1996.
. Hukum Perkawinan, Hukum Kewarisan, Hukum Acara Peradilan Agama dan ZakatMenurut Hukum Islam. Jakarta; Sinar Grafika, 1995.
Rofiq, Ahmad. Hukum Islam di Indonesia. Jakarta; Raja Grafindo, 2000. Sâbiq, al-Sayyid. Fiqh al-Sunnah. Ttp; Dâr al-Fath li I'lami al-Arabi, 1990. Al-Samaluthi, Nabil Muh. Taufiq. Pengaruh Agama Terhadap Struktur
Keluarga. Surabaya; Bina Ilmu, 1987.
Al-Sarakhsî, Shams al-Dîn. al-Mabsut. Beirut; Dâr al-Ma'rifah, 1989. Shidieqy, M. Hasbi ash-. Fiqih Islam Mempunyai Daya Elastis, Lengkap,
Bulat dan Tuntas. Jakarta; Bulan Bintang, 1975.
Soemiyati. Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan.
Yogyakarta; Liberty, 1986.
Sudarsono. Pokok-pokok Hukum Islam. Jakarta; Rineka Cipta, 1992. Suryaningsih, Dwi Ambar, ‚Hak Kebendaan Istri dalam Undang-undang
Nomor 1 Tahun 1974 dan Hukum Islam (Studi Komparatif),‛ skripsi sarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1994.
Al-Shâfi’î, Muhammad bin Idrîs. al-Umm. Ttp; tnp, t.t.
Syah, Ismail Muhammad. Pencaharian Bersama Suami Isteri. Jakarta; Bulang Bintang, 1965.


Syukur, Abdul, ‚Peranan Wanita Pekerja dalam Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga Ditinjau dari Hukum Islam,‛ skripsi sarjana IAIN Sunan Kalijaga, 1996
Tandjung, Nadimah. Islam dan Perkawinan. Jakarta; Bulan Bintang, t.t. Tanukhi, Sah}nûn al-. al-Mudawwanah al-Kubrâ. Beirut; Dâr S}adir, 1323 H. Taqiuddin, Imam. Kifâyat al-Akhyâr. Semarang; Toha Putra, t.t.
Thalib, Sayuti. Hukum Kekeluargaan Indonesia. Yogyakata; UII Press, 1986.
Thalib, Muhammad. Ketentuan Nafkah Isteri dan Anak. Bandung; Irsyad Baitus Salam, 2000.
. 20 Rahasia Ikatan Kejiwaan Suami Isteri. Bandung; Irsyad Baitus Salam, 2001.
. 40 Tanggung Jawab Suami terhadap Isteri. Bandung; Irsyad Baitus Salam, 2003.
Yunus, Mahmud. Hukum Perkawinan Dalam Islam Menurut Mazhab Syafi'i, Hanafi, Maliki dan Hambali. Jakarta; Hida Karya, 1983.
4) Kelompok Lain-lain
Goode, William J., Sosiologi Keluarga. Jakarta; Bumi Aksara, 1995. Hadibroto, Imam Prayogo Suryo dan Djoko Prakoso. Surat Berharga.
Jakarta; Rineka Cipta, 1999.
Hadikusuma, Hilman. Bahasa Hukum Indonesia. Bandung; Alumni, 1992.
. Hukum Waris Adat. Bandung; Alumni, 1980.
Huijbers, Theo. Filsafat Hukum. Yogyakarta; Kanisius, 1995. Inpres Nomor 1 tahun 1991, Kompilasi Hukum Islam
Kansil, C.S.T. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta; Balai Pustaka, 1989.
Kitab Undang-undang Hukum Perdata
Mertokusumo, Sudikno. Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Yogyakarta; Liberty, 2002.
Muhammad, Abdulkadir. Hukum Perdata Indonesia. Bandung; Citra Aditya Bakti, 2000.
Nasution, Khoiruddin. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta; Academi dan Tazzafa, 2004.
Prayitno, Irwan. Wanita Islam perubah Bangsa. Bekasi; Pustaka Tarbiatuna, 2003.
Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Bandung; Alumni, 1982.
Satrio, J., Hukum Harta Perkawinan. Jakarta; Citra Aditya Bakti, 1993. Subekti. Pokok-pokok Hukum Perdata. Jakarta; Intermasa, 1994.
Sudiyat, Iman. Hukum Adat Sketsa Asas. Yogyakarta; Liberty, 2000. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
Published
2013-06-01
How to Cite
Syuhada’, S. (2013). Analisis tentang Konsekwensi Yuridis Harta Bersama terhadap Kewajiban Suami Memberi Nafkah dalam KHI. Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 1(1), 43-64. Retrieved from http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/tafaqquh/article/view/4
Section
Article