Penerapan Fiqh Di Tengah Perbedaan Madhhab Hukum Islam

  • Moh. Dliya'ul Chaq Institut Agama Islam Bani Fattah, Jombang
Keywords: Fiqh, Perbedaan Madhhab, Hukum Islam

Abstract

Fiqh selalu menarik perhatian masyarakat, baik kalangan ahli maupun awam karena fungsinya sebagai hukum yang hidup di masyarakat. Kebutuhan akan fiqh ini ternyata menjadi pemicu sebuah fenomena akhir-akhir ini tentang perdebatan hukum Islam di media sosial yang kian miris ketika sudah mengarah pada justifikasi benar atau salah dan dilakukan oleh orang yang tidak berkompeten di bidang hukum Islam. Fenomena ini termati karena kurang mendalamnya pengetahuan fiqh yang dimiliki oleh mereka yang berdebat dan kurangnya kesadaran mereka akan keniscayaan perbedaan dalam dunia hukum Islam. Hal inilah yang mendorong untuk dilakukan sebuah kajian dengan fokus tujuan pada bagaimana faktor penyebab fiqh selalu ikhtila>f dan bagaimana penerapan fiqh di tengah ikhtilaf fiqh madhhab yang ada. Dengan menngunakan model penelitian kepustakaan dan dengan analisa kualitatif dengan model berfikir desriptif-analitis, disimpulkan bahwa: Pertama, faktor penyebab fiqh selalu ikhtila>f adalah aspek teoritis dan aspek praktis yang ada dalam fiqh itu sendiri. Kedua, di tengah ikhtila>f madhhab hanya fiqh yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat yang dapat menjadi hukum yang hidup dan efektif di masyarakat sehingga tidak memberatkan masyarakat secara umum dan tidak menimbulkan dampak sentimen antar golongan. Hal ini sesuai dengan asas penerapan hukum Islam berupa penciptaan keringanan (takhfi>f), kemudahan (taysi>r) dan penolakan bahaya serta kerusakan yang kesemuanya secara nyata dan jelas berorientasi pada maqa>s}id shari>’ah dan mas}lah}at.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, Hasjim. Metodologi Penelitian Hukum Islam. Jombang: PPS UNDAR, 2010.
‘Awad}, S}a>lih}. Athar al-‘Urf Fi> al-Tashri>’ al-Isla>mi>. Kairo: Da>r al-Kita>b al-Ja>mi’i>, t.t.
Azizy, A. Qadri. Ekleksitisme Hukum Nasional: Kompetisi antara Hukum Islam dan Hukum Umum. Jogjakarta: Gama Media, 2002.
Azizy, A. Qadri. Reformasi Bermadzhab. Bandung: Mizan, 2006.
Burnu> (al), Muhammad S}idqi>. Al-Waji>z fi> I>d}a>h} al-Qawa>’id al-Fiqhi> al-Kulli>yah. Riyad}: Maktabat al-Tawbah, tt.
Ghaza>li> (al), Muh}ammad bin Muh}ammad. Al-Mustas}fa> min ‘Ilmi al-’Us}u>l. Damaskus: Ar-Risa>lah, 2010.
Haroen, Nasrun. Ushul Fiqh I. Jakarta: Logos Publishing House, 1996.
Mahfudz, A. Sahal. “Menggagas Fiqh sosial yang berbasis pada kearifan Lokal”, Makalah Kuliah Umum Studium General Kulliyyatusy Syari'ah IKAHA Tebuireng Jombang 8 September 2007 di Tambak Beras Jombang (Jombang: 2007)
Mahraban, Muhammad. al-Ijtiha>d wa al-Taqli>d Bayna al-Afra>t{ wa al-Tafri>t{. Beirut: Da>r al-Kutub al-Ilmiyah, 1971.
Mudzhar, Atho. Membaca Gelombang Ijtihad, Antara Tradisi dan Liberalisasi. Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998.
Na’im (al), Abdullah Ahmed. Dekontruksi Syari’ah, terj: Ahmad Suaedy dan Amiruddin ar-Rany. Jogjakarta: LKiS, 2011.
Sala>m (al), ‘Izz al-Di>n bin ‘Abd. Qawa>’id al-Ah}ka>m fi> Mas}a>lih} al-Ana>m. Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th.
Sha>fi’i> (al), Muhammad bin Idri>s. Al-Um. Beirut: Da>r al-Ma’rifah, 1993.
Sha>t}ibi> (al), Ibra>hi>m Ibnu Mu>sa>. Al-Muwa>faqa>t. t.tp.: Da>r Ibnu ‘Affa>n, 1997.
Umar, Nasaruddin. Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Dian Rakyat, 2010.
Wahid, Abdurrahman. “Menjadikan Hukum Islam Sebagai Penunjang Pembangunan”, dalam Hukum Islam di Indonesia Pemikiran dan Praktek, ed. Tjun Surjaman, et al. Bandung: Rosda Karya, 1991.
Zahro, Ahmad. “Desakralisasi Kitab Fiqh Sebagai Upaya Reformasi Pemahaman Hukum Islam”, Menara Tebuireng, Vol. 2, No. 1, September, 2005.
Zarkashi> (al), Badr al-Di>n. Al-Bah}r al-Muhi>t}, Vol. I. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2000.
Zuh}ayli> (al), Wah}bah. Al-Fiqh al-Isla>mi> wa Adillatuhu. Beirut: Da>r al-Fikr, 2000.
Published
2020-01-04
How to Cite
Chaq, M. (2020). Penerapan Fiqh Di Tengah Perbedaan Madhhab Hukum Islam. Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 7(2), 51-66. Retrieved from http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/tafaqquh/article/view/217
Section
Article