http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/issue/feed Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah 2021-01-27T03:45:01+00:00 Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah minhaj@iaibafa.ac.id Open Journal Systems <div>ISSN (Cetak):&nbsp;2745-4282</div> <div>ISSN (Online):&nbsp;2745-5246</div> <div>Is&nbsp;published on cooperation&nbsp;faculty of sharia and Islamic economics and Journal Publishing Agencies (Lembaga Penerbitan dan Jurnal Ilmiah or LPJI) of Islamic Institute of Bani Fattah Jombang.</div> <div>This journal specializes in sharia studies covering law, economics and other sharia thought</div> <div>This journal is published twice a year in June and December.</div> <div><strong>Publisher Address:</strong>&nbsp;KH. A. Wahab Hasbulloh Street Gg. II No. 120 A Tambakberas Jombang Jawa Timur, Phone. (0321) 855530, Fax. (0321)855530, Email: <a href="mailto:minhaj@iaibafa.co.id" target="_blank" rel="noopener">minhaj@iaibafa.ac.id</a></div> http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/347 MEMULAI MENJADI ENTREPRENEUR 2020-12-23T03:13:17+00:00 Munif Efendi munifefendi@iaibafa.ac <p>Niat dan keyakinan melakukan segala usaha pekerjaan semata-mata mencari keridloan Allah. Implementasi teori <em>entrepreneur</em> (kewirausahaan) pada dasarnya adalah suatu usaha yang dilakukan melalui pengawasan melekat oleh diri sendiri melalui kreatifitas inovasi berkarakter untuk mencapai kemanfaatan hidup. Menyadari kekurangan ada usaha belajar dengan komitmen.</p> <p>Memulai menjadi <em>entrepreneur</em> koreksi mempersiapkan perilaku dengan mengimplementasikan kajian teori meliputi kesimpulan pendapat yaitu; (1) Niat dan keyakinan, memiliki kesadaran mengerjakan tugas dengan tanggung jawab dan berusaha menyelesaikan, bahwa ia mampu. (2) Sadar akan kemampuan, berorientasi membaca peluang, mempelajari proses tahapan kesuksesan yang dapat dibuat kajian. Mawas diri dan tidak membesarkan diri dengan segala kemampuan berjalan menyesuaikan dengan kesesuaian. (3) keinginan belajar, memahami kebutuhan dan layanan terhadap konsumen, mengikuti pasar dalam kesesuaian produk baru. (4) Komitmen melalui tahapan dan evaluasi untuk menyusun strategi baru, mengontrol kebijakan strategi, menganalisa kesesuaian secara periodik untuk mengefektifkan dan memperkecil resiko.</p> 2021-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Munif Efendi http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/348 PERKAWINAN NYEBRANG SEGORO GENI PERSPEKTIF MAQASID AL-SHARIAH JAMAL AL-DIN ‘ATHIYYAH 2021-01-03T02:55:08+00:00 Muhammad Ibtuhajuddin kang.iib95@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong></p> <p>The tradition of crossing the segoro geni marriage is a tradition in Banaran, Kertosono, Nganjuk villages that prohibits the community from marrying into the people of Bangsri, Kertosono, Nganjuk villages with distressing consequences if they break it.<em>Maqa&gt; si} d Al-Shari &gt;&gt; 'ah</em> explained clearly by <em>Jama&gt; l Al-Di&gt; N 'Athiyyah</em> in marriage problems in order to focus on answering marital problems in depth.</p> <p>This research first aims to describe the reasons for the marriage tradition to cross the segoro geni can be sustainable until now. Second, describe the analysis<em>maqa&gt; si} d al-shari &gt;&gt; 'ah</em> <em>Jama&gt; l Al-Di&gt; N 'Athiyyah</em> against the tradition of crossing the segoro geni marriage in Banara Village, Kertosono, Nganjuk.</p> <p>This research process uses descriptive research with the type of field research and a qualitative approach. The research location is located in Banaran Village, Kertosono, Nganjuk. The data sources are primary and secondary. Data collection in the form of interviews and documentation. Data analysis is editing, classification, verification, and analysis. As for the validity of the data, it uses triangulation from data sources and links to theory<em>maqa&gt; si} d al-shari &gt;&gt; 'ah Jama&gt; l Al-Di&gt; N' Athiyyah</em>.</p> <p>The results of this study indicate: 1) The marriage tradition of crossing segoro geni in the villages of Banaran, Kertosono, Nganjuk can be preserved until now based on two reasons; safety and respect for ancestors. 2) The tradition of crossing the segoro geni marriage is legal in front of Islamic law<em>maqa&gt; si} d al-shari &gt;&gt; 'ah Jama&gt; l Al-Di&gt; N' Athiyyah.</em> It can be said like that because the substance of this tradition has fulfilled the aspects desired by maqa&gt; s} al-shari id&gt; 'ah In marriage, which initially had seven, the writer took the essence into four, namely maintaining religion, preserving offspring, creating nuances <em>saki&gt; well, mawaddah warah} mah</em> and take care of finances.</p> <p><strong>Keyword:</strong> marriage, tradition, <em>maqa&gt;s}id al-shari&gt;’ah </em>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak:</strong></p> <p>Tradisi perkawinan <em>nyebrang segoro geni</em> adalah tradisi di Desa Banaran, Kertosono, Nganjuk yang melarang masyarkatnya untuk melangsungnkan perkawinan dengan masyarakat Desa Bangsri, Kertosono, Nganjuk dengan konsekuensi marabahaya yang didapat apabila melanggarnya. <em>Maqa&gt;si}d Al-Shari&gt;&gt;’ah</em> dijelaskan secara jelas oleh <em>Jama&gt;l Al-Di&gt;N ‘Athiyyah</em> dalam masalah perkawinan agar dapat secara fokus menjawab permasalahan perkawinan secara mendalam.</p> <p>Penelitian ini <em>pertama </em>untuk mendeskripsikan alasan tradisi perkawinan <em>nyebrang segoro geni</em> dapat lestari hingga sekarang. <em>Kedua</em>, mendeskripsikan analisis <em>maqa&gt;si}d al-shari&gt;&gt;’ah</em> <em>Jama&gt;l Al-Di&gt;N ‘Athiyyah</em> terhadap tradisi perkawinan <em>nyebrang segoro geni </em>di Desa Banara, Kertosono, Nganjuk.</p> <p>Proses penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di Desa Banaran, Kertosono, Nganjuk. Sumber datanya yaitu primer dan skunder. Pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya ialah pengeditan, klasifikasi, verifikasi, dan menganalisis. Adapun keabsahan data menggunakan triangulasi dari sumber data dan mengaitkan dengan teori <em>maqa&gt;si}d al-shari&gt;&gt;’ah Jama&gt;l Al-Di&gt;N ‘Athiyyah</em>.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Tradisi perkawinan <em>nyebrang segoro geni </em>di Desa Banaran, Kertosono, Nganjuk dapat lestari hingga sekarng berdasarkan dua alasan; keselamatan dan penghormatan terhadap leluhur. 2) Tradisi perkawinan <em>nyebrang segoro geni </em>mendapatkan legalits di muka hukum Islam dalam pandangan <em>maqa&gt;si}d al-shari&gt;&gt;’ah Jama&gt;l Al-Di&gt;N ‘Athiyyah</em><em>.</em> Bisa dikatakan seperti itu dikarenakan substansi tentang tradisi ini telah memenuhi aspek yang diinginkan oleh <em>maqa&gt;s}id al-shari&gt;’ah </em>dalam perkawinan yang mulanya ada tujuh kemudian penulis ambil intisarikan menjadi empat, yakni menjaga agama, menjaga keturunan, menciptakan nuansa yang <em>saki&gt;nah, mawaddah warah}mah</em> dan menjaga keuangan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>perkawinan, tradisi, <em>maqa&gt;s}id al-shari&gt;’ah </em>&nbsp;</p> 2021-01-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Muhammad Ibtuhajuddin http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/370 SISTEM HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA 2021-01-27T03:45:01+00:00 Holan Riadi holanriadi@gmail.com <p>Hukum keluarga secara garis besar merupakan hukum yang bersumber pada pertalian kekeluargaan. Pertalian kekeluargaan ini dapat terjadi karena pertalian darah, ataupun terjadi karena adanya sebuah perkawinan. Hubungan keluarga sangat penting karena ada sangkut pautnya dengan hubungan anak dan orang tua, hukum waris, perwalian dan pengampuan. Pada dasarnya sumber hukum keluarga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sumber hukum tertulis dan tidak tertulis. Sumber hukum keluarga tertulis adalah sumber hukum yang berasal dari berbagai peraturan perundangundangan, yurisprudensi, dan traktat. Sedangkan sumber hukum tak tertulis adalah sumber hukum yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, dalam Hukum Keluarga Islam di Indonesia memberikan kepastian hukum yang jelas bagi para keluarga muslim. Tujuannya untuk dijadikan pedoman hukum bagi setiap keluarga di kedua negara ini.</p> 2021-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Holan Riadi http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/308 TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP PENERAPAN AKAD DALAM PEGADAIAN SYARIAH 2020-10-22T01:48:28+00:00 Abida Titin Masruroh abidatitin@gmail.com <p>Dalam kehidupan tentu manusia melakukan pengelolaan harta milik, salah satunya dapat dilakukan dengan gadai. Dalam gadai utang harus disertai dengan memberikan barang jaminan atas pinjamannya. Benda tersebut hak kemepilikannya tetap pada orang yang menggadaikan, namun disimpan atau dijaga oleh pihak penerima gadai. Akad gadai dapat diterapkan oleh lembaga keuangan swasta maupun pemerintah. Gadai yang biasa disebut <em>rahn </em>masuk dalam ruang lingkup muamalah <em>madiyah. </em>Latar belakang dan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prinsip pengelolaan harta yang sesuai dengan syariah Islam dan untuk mengetahui penerapan akad gadai dalam prinsip syariah di lembaga keuangan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa gadai merupakan suatu akad pinjam-meminjam dengan disertai barang yang dijadikan jaminan, dasar hukum gadai terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah Ayat 283. Dalam gadai terdapat akad-akad yang diterapkan seperti akad <em>wadi’ah, ijarah, qard, mudharabah,</em> dan <em>ba’i muqayyadah</em>.</p> 2021-01-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/315 ANALISIS KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK MUAMALAH PADA PEMBELIAN BUAH MANGGA DENGAN SISTEM TEBAS 2020-11-16T03:27:24+00:00 anik nur ria aniknurria22@gmail.com <p>Humans cannot be separated from buying and selling activities. Buying and selling is a social activity that provides reciprocity. In fiqh there is a prohibition against buying and selling using the slash system. However, there are scholars who allow the sale and purchase of slash, by following several conditions. For this reason, this research aims to reveal the buying and selling of the slash system allowed by the Ulama by explaining the legal basis, terms, and exposure of the slash system buying and selling transactions. This study used a qualitative approach with a compilation analysis of sharia economic law on muamalah practices in purchasing mangoes using the slash system.</p> 2021-01-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 anik nur ria