PERAN HAKAM DALAM PERKARA CERAI GUGAT DENGAN ALASAN SYIQAQ

  • Tafaqquh Journal Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang http://orcid.org/0000-0002-0659-4191
  • Moh. Dliya`ul Chaq Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang, Indonesia
  • Samsul Maarif Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang, Indonesia
Keywords: Hakam, Syiqaq, Pengadilan Agama

Abstract

Saat ini banyak kritikan yang diajukan kepada lembaga peradilan. Peradilan dianggap sebagai lembaga yang sangat formal dan terkesan jauh dari masyarakat. Selain itu, penyelesaiannya dianggap tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi, bahkan justru menimbulkan permasalahan yang baru, seperti adanya permusuhan antara suami istri beserta masing-masing keluarganya sebagai akibat putusan perceraian. Untuk menghindari hal tersebut, maka sebelum berperkara hakim diwajibkan untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bersengketa.

Salah satu gugatan yang sering terjadi adalah karena alasan syiqaq, yaitu perselisihan yang tajam dan terus menerus antara suami istri. Apabila terjadi hal yang demikian maka suami isteri harus segera diberi nasehat dengan cara mengutus Hakam sebagai juru damainya. Hal ini dilakukan agar upaya perdamaian bisa dilakukan secara optimal, tidak sekedar formalitas dan diharapkan dapat mengurangi angka perceraian. Penerapan Hakam sebagai upaya penyelesaian perselisihan karena alasan syiqaq di berbagai pengadilan tingkat pertama menghadapi banyak kendala, baik teknis maupun non-teknis. Karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengkaji efektifitas peran hakam dalam menengahi masalah perceraian tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, Hasjim, “Metodologi Penelitian Hukum Islam”, materi Kuliah Studi Fikih Kontemporer tidak diterbitkan, Jombang: Universitas Darul ‘Ulum, 2010.

Abdul Aziz, Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1997.

Al-Alusi, Syihabuddin Mahmud ibn Abdilah al-Husaini, Rauh al-Ma’ani, Al-Maktabah al-Syamilah, CD-Rom: Al-Maktabah Al-Syamilah, Digital, tt.

Al-Anshari, Zakariya, Hasyiyah al-Syarqawi ‘ala al-Tahrir, Surabaya: Al-Hidayah, tt.

Ali, Zainuddin, Hukum perdata Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2007.

Ali, Zainuddin, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Al-Naysaburi, Nidhamuddin al-Hasan ibn Muhammad ibn Husain al-Qami, Gharaib al-Qur’an wa Raghaib al-Furqan, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1996.

Al-Qalyubi, Syihab al-Din, Al-Qalyubi wa Umayrah, Mesir: Dar Ihya’ al-Kutub,1956.

Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, Bandung: CV. Penerbit J-ART, 2004.

Al-Qurthubi, Abu Adilah Muhammad ibn Ahmad, Al-Jami’ li al-Ahkam al-Qur’an, Riyadl: Dar Alim al-Kutub, 2003.

Al-Qurthubi, Syamsuddin, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Riyadl: Dar Alim al-Kutub, 2003.

Al-Syarbiniy, Syamsudin Muhammad ibn Khatib, Mugn al-Muhtaj, Beirut: Dar al-Fikr, 2001.

Al-Turmudzi, Muhammad ibn ‘Isa ibn Saurah ibn Musa ibn al-Dlahak, Sunan al-Turmudzi, Al-Maktabah al-Syamilah, CD-Rom: Al-Maktabah Al-Syamilah, Digital, tt.

Al-Zamakhsyari, Abu Qasim Mahmud ibn Umar, Al-Kasysyaf, Beirut: Dar Ihya’ al-Turats, tt.

Arikunto, Suharsiwi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1993.

Arsip Perkara Nomor 548/Pdt.G/1997/PA Jbg.

Arto, A. Mukti, Praktek Perkara Perdata Pada Pengadilan Agama, Jakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

Ashshofa, Burhan, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Rineka Cipta, 2001.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Emerzon, Joni, Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan; Negoisasi, Mediasi, Konsiliasi dan Arbitase, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.

Harahap, M. Yahya, Kedudukan, Kewenangan dan Acara

Peradilan Agama, Jakarta: Pustaka Kartini, 1997.

Http://id.wikipedia.org/wiki/Piagam_Madinah.

Ibnu Ibrahim, Abdullah ibn Hijazi, Hasyiyyah al Syarqawiy ala Tuhfatu al Tullab Bisyarhi Tahrir Tankihul Lubab, Beirut: Dar al-Fikr, 1996.

Ibnu Katsir, Tafsir Qur’an al-Adhim, Beirut: Dar Fikr, tt.

Ibnu Rusyd, Bidayat al-Mujtahid, Surabaya: Al-Hidayah, tt.

Khalaf, Abdul Wahab, Ilmu Ushul Fiqh, alih bahasa Masdar Helmy, Bandung: Gema Risalah Press, 1996.

KUH Perdata, Jakarta: PT Pradnya Paramita, 2006.

M. Marwan & Jimmy P., Kamus Hukum, Surabaya: Reality Publisher, 2009.

Manan, Abdul, Penerapan Hukum Acara Perdata Di Lingkungan Peradilan Agama, Jakarta: Al-Hikmah, 2000.

Murtadha Muthahhari, Hak-Hak Wanita Dalam Islam, Bandung, Lentera, 2000.

Mutahhari, Murtadha, Wanita dan Hak-haknya Dalam Islam, Bandung: Pustaka Bandung, 1985.

Nawawi, Hadari, Metode Penelitian Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1993.

Pasaribu, Chairuman dan Suharwadi k Lubis, Hukum Perjanjian Dalam Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 1996.

Penjelasan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989, Jakarta: Citra Wacana, 2008.

RIB/ HIR dengan Penjelasan, Bogor: Politeia, 1995.

Sabiq, Al-Sayyid, Fiqh al-Sunnah, Beirut: Dar al-Fikr, 1977.

Sudarsono, Pokok-Pokok Hukum Islam, Jakarta: Rineka Cipta, 2001.

Suryabrata, Sumadi, Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Pasal 9, Jakarta: Citra Wacana, 2008.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 39 ayat (2) dan PP Nomor 9 Tahun 1975 (Bandung: Sinar Grafika, 2004).

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan, Jakarta: Citra Media Wacana, 2008.

www.pa-jombang.go.id.

Zahrah, Abu, Al-Ahwal al-Syakhsyiyah, Beirut: Dar al-Fikr, 1957

Published
2020-01-18
How to Cite
Journal, T., Chaq, M., & Maarif, S. (2020). PERAN HAKAM DALAM PERKARA CERAI GUGAT DENGAN ALASAN SYIQAQ. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 1(1), 18-34. Retrieved from http://jurnal.iaibafa.ac.id/index.php/minhaj/article/view/276
Section
Articles